Bupati Lampung Utara Tersangka Suap, KPK Sita Rp 728 Juta

Bupati Lampung Utara Tersangka Suap, KPK Sita Rp 728 Juta

KPK tetapkan Bupati Lampung Utara Agung Mangkunegara (AIM) sebagai tersangka kasus suap proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara

KPK Sita Rp 728 Juta Dari Bupati Lampung Utara, Diduga Uang Suap

Konten.co.id – Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (6/10/2019).

AIM ditangkap berkaitan dengan penyerahan uang dalam proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara.

Komisioner KPK Basaria Panjaitan mengatakan setelah KPK menerima informasi dari masyarakat terkait transaksi penyerahan uang kepada Bupati dalam proyek Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara, KPK langsung bergerak ke rumah Dinas Bupati dan menangkap Raden Syahril (RSY), orang kepercayaan AIM, pada Minggu (6/10/2019) malam.

“Penyidik mengalami sedikit kendala ketika hendak masuk ke rumah dinas bupati karena tidak kooperatifnya beberapa pihak di tempat. Tim baru bisa masuk dan mengamankan Bupati AIM sekitar Pukul 19.00,” kata Basaria Senin (7/10/2019) malam.

Di kamar AIM di rumah dinas Bupati, KPK mengamankan uang sebesar Rp200 juta. Tim kemudian menuju rumah WHN (Wan Hendri) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara dan mengamankannya pada pukul 20.00 WIB.

Sementara tim lain bergerak ke rumah Syahbuddin (SYH) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara, dan mengamankannya sekitar pukul 20.35 WIB. Dari SYH, tim mengamankan uang Rp 38 juta.

Secara paralel, tim lain mengamankan Reza Giovanna (RGI) dari pihak Swasta di rumahnya pada pukul 21.00 WIB. Kemudian tim lain bersama RSY, kembali ke rumahnya dan mengamankan uang sebesar Rp 440 juta pada 00.12 WIB.

Tim kemudian mengamankan Chandra Safari (CHS) dari pihak swasta pada Senin (7/10/2019) pukul 00.17 di rumahnya. Terakhir, tim mengamankan FRA (Fria Apristama, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara sekitar pukul 00.30 WIB.

“Dari FRA, tim mengamankan uang Rp50 juta yang diduga terkait proyek,” katanya.

Basaria menuturkan, tujuh orang yang diamankan tersebut langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK melalui jalur darat untuk dimintai keterangan. Namun pada Senin pagi, satu orang rekanan di Kabupaten Lampung Utara, yaitu Hendra Wijaya Saleh (HWS) menyerahkan diri ke Kantor Kepolisian Resor Lampung Utara pada pukul 08.00 WIB.

“Pihak Polres Lampung Utara kemudian membawa HWS ke Polda Lampung. Tim Polda Bandar lampung kemudian mengantarkan WHS ke Gedung Merah Putih KPK dan tiba pukul 18.30,” kata Basaria.

Hingga saat ini total uang yang disita KPK sekitar Rp 728 juta yang diduga berkaitan dengan penyerahan uang dalam proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara. (*)

Penulis : ADE

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *