BPJS Defisit, Wamenkeu: Kita Terlalu Manja, Sakit Sedikit ke RS

BPJS Defisit, Wamenkeu: Kita Terlalu Manja, Sakit Sedikit ke RS

bpjs Kesehatan mengalami defisit sehingga kenaikan iuran BPJS kesehatan dirasa tepat dilakukan.

Penyebab BPJS Defisit, Wamenkeu: Kita Terlalu Manja, Sakit Sedikit ke RS

Konten.co.id – BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga mencapai Rp 32 triliun.

Untuk mengatasi defisit, Pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, mengatakan saat ini pemerintah bersama DPR tengah melakukan kajian kembali dari hasil temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait BPJS Kesehatan.

“Sampai hari ini kenapa kami rapat untuk review kembali dan tindak lanjuti temuan BPKP dan hasil diskusi dengan Komisi IX dan Komisi XI DPR. Hasilnya, perbaiki manajemen dan lain-lain. Iuran itu yang terakhir. Nah selisihnya baru kami hitung untuk penyesuaian tarif, jadi tidak ujug-ujug,” papar Mardiasmo di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Perbaikan itu dilakukan dengan melihat ulang data kepesertaan untuk penertiban data anggota. Pemerintah juga meminta 60% dari Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dibenahi.

“Kita terlalu dimanja, sakit sedikit langsung ke RS, padahal penyakitnya bisa diatasi oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” ujar Mardiasmo.

Sementara Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris, mengatakan dari hasil audit BPKP terjadi perbedaan di pendapatan dan pengeluaran BPJS Kesehatan.

Hal ini karena banyak masyarakat yang menunggak dan membayar saat membutuhkan layanan saja.

“Kalau audit BPKP sebetulnya termasuk beban gagal bayar 2018 pindah ke 2019 semuanya Rp 98,5 triliun , dan kemudian pendapatan rill Rp 97,2 triliun, jadi total defisit Rp 18,3 triliun,” ujar Fahmi.

Tahun ini, lanjutnya, jika tidak dilakukan perbaikan dalam sistem manajemen, maka defisit akan lebih bengkak dari prediksi awal yang hanya Rp 28 triliun di 2019.

“Jika tidak ada low enforcement dan penyesuaian iuran defisit Rp 32 triliun dari awalnya Rp 28 triliun,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya akan mulai memperbaiki manajemen dengan mendata ulang peserta BPJS Kesehatan, klasifikasi kelas rumah sakit dan langkah lainnya yang dilakukan bersama pemerintah.

“Termasuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan,” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *