Atasi Kabut Asap di Indonesia, Singapura Beri Bantuan S $ 5 Juta

Atasi Kabut Asap di Indonesia, Singapura Beri Bantuan S $ 5 Juta

Kebakaran di Indonesia merugikan Singapura. Sehingga negara tersebut memberikan bantuan untuk mengurangi hal itu

Singapura Beri Bantuan S $ 5 Juta kepada ASEAN untuk Pantau Kabut Asap di Indonesia

Konten.co.id – Singapura menawarkan bantuan Indonesia mengurangi kabut asap di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura mengatakan dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/10/2019).

Diketahui kebakaran di Indonesia telah melepaskan 360 juta ton karbon dioksida sejak Agustus, setara dengan lebih dari emisi Spanyol untuk keseluruhan tahun 2018.

Kabut asap dua bulan tahun 2015 menelan biaya Singapura $ 1,83 miliar ($ 1,33 miliar) untuk biaya kesehatan, kehilangan produktivitas, dan berkurangnya pariwisata dan bisnis.

“Singapura mendukung upaya berkelanjutan pemerintah Indonesia untuk menekan kebakaran hutan dan lahan. Kami menyadari perhatian dan upaya Presiden Joko Widodo dalam mengatasi masalah ini. Kuncinya adalah mencegah kebakaran,”

Singapura telah menyumbang S $ 5 juta kepada Pusat Meteorologi Khusus ASEAN untuk program pembangunan kemampuan regional untuk memantau kabut asap, termasuk di wilayah hotspot, dan membangun di seputar cuaca dan iklim.

“Kami tidak akan mentolerir tindakan tidak bertanggung jawab dari perusahaan yang salah, baik yang berbasis di Singapura atau yang lain, yang merusak lingkungan,”

National Environment Agency membuka kasus dengan empat perusahaan yang mengeluarkan pemberitahuan hukum pada tahun 2015 untuk mengambil tindakan segera untuk menghentikan kebakaran yang menyebabkan kabut di Singapura.

Memperhatikan pilihan dan permintaan konsumen dapat membantu membentuk tindakan industri kehutanan dan kelapa sawit, MEWR mengatakan, “karena semakin banyak konsumen memilih produk yang berkelanjutan, ini akan mendorong perusahaan untuk mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan yang pada gilirannya berkontribusi untuk mengurangi kabut asap”

Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haze yang beranggotakan 28 agen, yang dibentuk sejak 1994, yang telah difokuskan sejak pertengahan September untuk melindungi kelompok-kelompok rentan khususnya seperti orang tua, wanita hamil, anak-anak, dan orang dengan penyakit kronis.

Semua ruang kelas sekolah dasar dan menengah juga telah dilengkapi dengan pembersih udara, dan Gugus Tugas Haze memastikan bahwa stok masker yang cukup ada di gudang dan tersedia untuk diberikan di toko ritel. (*)

Penulis : Dhe’In

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *