Anti-Muslim, RSS Serang dan Hancurkan Masjid di India

Anti-Muslim, RSS Serang dan Hancurkan Masjid di India

Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) hadir karena mereka anti-muslim dan tidak ingin sapi dikonsumsi.

Teroris Hindu RSS Serang dan Hancurkan Masjid di India Karena Benci Islam

Konten.co.id – Baru-baru ini India diramaikan dengan kabar kembali hadirnya teroris Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS).

Dalam video yang banyak beredar di sosial media, kelompok ini acap kali melakukan tindakan persekusi terhadap umat islam. Seperti yang terlihat di akun twitter @R4jaPurwa.

“Teroris klo di kita namanya ISIS, Kalau di India namanya RSS (Rashtriya Swayamsevak Sangh) organisasi sayap kanan, Hindu nationalist, paramilitary volunteer organisation,”

Didalam video yang diposting dalam akun tersebut terlihat sebuah masjid yang diserang oleh kelompok tersebut. Mereka juga selalu menggunakan pakaian resmi meeka yaitu baju putih, bercelana coklat dan bertopi hitam untuk pria.

Sementara untuk baju wanitanya menggunakan sari dan selendang cokelat. Mereka juga dilengkapi pedang panjang.

Dalam aksinya, kelompok RSS tidak segan untuk melakukan tindakan kekerasan dan persekusi terhadap umat muslim di India. Pemukulan, hingga perusakan tempat ibadah nampak banyak dilakukan oleh kelompok ini.

RSS sendiri terbentuk pada tahun 2010-an. Saat itu, afiliasi tersebut merekrut 5.000 “tentara religius” untuk “mengendalikan penyelundupan sapi dan cinta jihad.

Media India mengakui bahwa kejahatan kebencian terjadi di India. Orang-orang Muslim yang dicurigai mengkonsumsi daging sapi (yang merupakan hal terlarang bagi orang Hindu) telah menjadi hal biasa.

Ekstremis Hindu menuduh pria Muslim terlibat dalam “cinta jihad” untuk mengubah perempuan Hindu dengan mempermalukan mereka dalam pernikahan.

Orang Kristen juga menghadapi tuduhan yang sama. Saat ini, banyak terjadi ekstremis Hindu memukuli pasangan Hindu-Muslim di India.

Insiden penganiayaan agama ini bukanlah hal baru di India. Dulu, negara ini telah menyaksikan banyak kejadian kekerasan agama, kebanyakan menentang agama minoritas. Seringkali ketegangan agama adalah produk narasi yang berusaha untuk membenarkan kekerasan berdasarkan mitos tertentu.

Meski, konstitusi negara memberikan kebebasan beragama, namun pemerintah India tidak mempraktikkannya.

Hal ini pun mendapat respon netizen. Salah satunya dari @SugiKawuloAlit.

“Tapi kalau di sana, terorisme adalah isu yang sengaja ingin dikaitkan dengan Islam. Isu tersebut sengaja dimainkan untuk merusak dan menghancurkan keyakinan Islam, bahwa Islam adalah agama radikal yang tidak menghargai demokrasi dan kebebasan lainnya,”

“RSS is India’s ISIS,” cuit @i_theindian. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *