Anak dan Menantu Berpolitik, Cara Keluarga Jokowi Bangun Dinasti Kekuasaan

Anak dan Menantu Berpolitik, Cara Keluarga Jokowi Bangun Dinasti Kekuasaan

Keluarga Jokowi Berpolitik, Ingin Membangun Dinasti Kekuasaan? Konten.co.id – Narasi politik Joko Widodo (Jokowi) yang telah dibangun sebagai politisi yang lahir dari rakyat dan tidak akan melibatkan keluarganya dalam urusan politik praktis sepertinya akan menjadi isapan jempol belaka. Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (Mingu 6/10/2019) memberi pernyataan mengejutkan ke awak media bahwa siap meninggalkan

Keluarga Jokowi Berpolitik, Ingin Membangun Dinasti Kekuasaan?

Konten.co.id – Narasi politik Joko Widodo (Jokowi) yang telah dibangun sebagai politisi yang lahir dari rakyat dan tidak akan melibatkan keluarganya dalam urusan politik praktis sepertinya akan menjadi isapan jempol belaka.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (Mingu 6/10/2019) memberi pernyataan mengejutkan ke awak media bahwa siap meninggalkan bisnisnya dan akan serius berpolitik.

Ia berencana maju di Pilwalkot Solo 2020 diusung partai PDI Perjuangan. Sebelum terjun dunia politik, Gibran lebih dikenal sebagai seorang pengusaha. Banyak bisnis yang telah dibangun ayah dari Jan Ethes Srinarendra ini.

Saat fokus ke dunia politik nanti, Gibran memutuskan akan memasrahkan bisnisnya ke sang adik Kaesang Pangarep

Selain itu di kota yang berbeda, menantu Jokowi, Bobby Afif Nasution disebut juga akan mencalonkan diri sebagai walikota Medan.

Paman Bobby, Erwan mengungkapkan alasan suami dari Kahiyang Ayu bergabung dengan politik karena ingin memperbaiki Medan. Karena kondisi Kota Medan dengan problem yang dihadapi saat ini cukup memprihatinkan.

“Ya, Bobby-nya sendiri punya prinsip. Kalau dia mau cari aman aja, ngapain jadi Wali Kota? kan gitu. Duduk santai aja dia, selow- selow gaja dia. Gak usah repot-repot mikir ini itu, jadi pengusaha aja udah aman,” papar Erwan.

Kata Erwan, selain dari keluarga, Bobby sendiri siap bila masyrakat memintanya maju. “Jadi dari keluarga, kalau masyarakat meminta Bobby maju ya Bobby maju. Kalau bobby sendiri, maunya bobby maju apabila masyarakat Medan ini meminta dia untuk maju sebagai Wali Kota Medan,” tandas Erwan.

Hal ini pun menimbulkan kecemasan akan hadirnya dinasti politik di Indonesia. Pasalnya Indonesia kini berusaha menghapus dinasti politik terjadi di beberapa daerah.

Menanggapi hal itu Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengaku tidak kaget dengan pilihan politik keluarga Presiden Jokowi.

Adi melihat, di Indoensia kecenderungan keluarga presiden tidak bisa jauh dari lingkaran penguasa.

“Itu fenomena politik biasa anak presiden dan keluarga terdekatnya terjun ke politik. Kecenderungan politik kita saat ini seperti itu. Politisi, pejabat, tak jauh dari lingkaran penguasa,” kata Adi, Senin (7/10/2019).

Adi menyebutkan pilihan anggota keluarga Jokowi terjun ke politik bisa disebut sebagai cara keluarga Jokowi mengkapitalisasi jabatan untuk melanggengkan kekuasannya.

Publik, kata Adi tentu sangat ingin Jokowi berbeda dengan Presiden sebelumnya. Masyarakat berharap Jokowi tidak tergoda kekuasaan dengan tidak melibatkan anak dan keluarganya dalam kepentingan politik praktis.

“Minimal ada role model pemimpin yang menjauhkan keluarganya dari politik. Tapi beginilah politik kita godaan untuk berpolitik cukup kuat. Tak bisa ditolak oleh siapapun,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *