5 Cara Jokowi Lolos dari Middle Income Trap Tahun 2045

5 Cara Jokowi Lolos dari Middle Income Trap Tahun 2045

Indonesia bisa lolos dari Middle Income Trap jika menerapkan 5 cara dari Jokowi.

Tahun 2045 Indonesia Lolos dari Middle Income Trap, Ini 5 Cara dari Jokowi

Konten.co.id – Presiden Jokowi optimistis bahwa Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) di tahun 2045, bertepatan dengan 1 abad kemerdekaan Indonesia.

“Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2045 pada satu abad Indonesia merdeka mestinya, Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita,” tegas Presiden Jokowi, Minggu (20/10/2019).

Ia memperoyeksikan di tahun 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai US$ 7 triliun dan masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

Untuk keluar dari negara middle income trap, ia mengatakan Indonesia harus bekerja keras, cepat dan produktif. Pada pidato kepresidenannya, Jokowi menyatakan ada 5 hal yang perlu dilakukan Indonesia untuk 5 tahun ke depan pemerintahannya yang kedua. Yaitu :

  1. Membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan mengalokasikan dana abadi pendidikan serta bekerjasama dengan industri untuk riset dan penyerapan tenaga kerja, serta memperluas akses teknologi hingga seluruh pelosok tanah air.
  2. Melanjutkan pembangunan infrastruktur yg menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, sehingga mempermudah akses ke kawasan wisata. Ini akan mendongkrak lapangan kerja baru yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.
  3. Menyederhanakan kendala regulasi dengan memangkas peraturan yang tidak perlu lalu menciptakan 2 Undang-Undang (UU) besar sebagai Omnibus Law (menyatukan beberapa UU) yaitu Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
  4. Penyederhanaan birokrasi untuk investasi dalam menciptakan lapangan kerja harus diprioritaskan. Oleh karena itu, Jokowi meminta tingkatan eselon di kementerian dipangkas, dialihkan menjadi jabatan fungsional yang fokus pada keahlian dan kompetensi.
  5. Mentransformasi ekonomi dari negara yang ketergantungan pada sumber daya alam menjadi pemain yang memiliki daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *