Warga AS Ingin Trump Lengser

Warga AS Ingin Trump Lengser

Desakan agar Donald Trump mundir dari jabatan Presiden AS pasca skandal komunikasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terkait penyelidikan anak Joe Biden.

Selidiki Anak Joe Biden, Warga AS Minta Trump Segera Lengser

Konten.co.id – Ketidak percayaan warga Amerika Serikat (AS) etrhadap Presiden Donald Trump makin menjadi. Kini mereka menuntut sang presiden segera lengser.

Desakan mundur pada Presiden Trump muncul setelah skandal komunikasi via telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terungkap. Trump meminta pemimpin Ukraina itu menyelidiki anak Joe Biden, saingannya dalam Pemilihan Presiden AS 2020 dengan menahan dana bantuan militer, yang sebelumnya sudah disetujui Kongres AS.

Presiden Trump memperingatkan bakal ada kekacauan di pasar saham jika upaya pelengseran dirinya dari kursi presiden tetap dilakukan Parlemen AS. Melalui Twitter pribadinya pekan lalu, @realDonaldTrump, ia menegaskan pasar saham bisa ambruk.

“Jika mereka benar melakukan ini, pasar saham bisa ambruk. Kalian (parlemen) pikir ini adalah keberuntungan mendapatkan kita sebagai Bursa Saham dan Ekonomi terbaik di negara ini. Tentu tidak,” tulisnya di Twitter.

Ketua Parlemen AS Nancy Pelosi mengatakan, bahwa opini publik berada di posisi yang sama dengan kongres, terkait penyidikan dalam impeachment yang dilakukan ke Presiden Donald Trump.

“Di publik, gelombang telah berubah total … setelah melihat pengaduan dan laporan IG (Inspektur Jenderal) dan sikap angkuh pemerintah, orang-orang Amerika mengambil keputusan yang berbeda,” kata Pelosi seperti dilansir dari Reuters, Senin (30/09/2019).

Dia menambahkan, penolakannya di masyarakat sudah berevolusi ke desakan mempercepat proses pemakzulan.

“Seorang presiden Amerika Serikat akan menahan bantuan militer yang dibayar oleh pembayar pajak untuk menghancurkan pemimpin negara lain kecuali jika dia memberinya bantuan politik, itu sangat, sangat jelas,” kata Pelosi lagi.

Terkait upaya pelengseran, tentu ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2016, Trump juga terancam lengser karena skandalnya dengan Rusia.

Itu terjadi setelah laporan mantan penasihat khusus Robert Mueller ke Kongres yang menemukan adanya hubungan antara kampanye Trump dengan Rusia. Kala itu Rusia disebut-sebut memiliki andil dalam membuat Trump menang pemilu 2016 melawan saingannya, Hillary Clinton.

“Jika saya dilengserkan, Saya pikir pasar akan ambruk. Semua orang akan sangat menderita,” cuit Trump saat itu.

“Tanpa pemikiran ini, Anda akan melihat angka-angka yang tidak akan Anda percayai secara terbalik,” kata Trump saat itu, sambil menunjukkan tangan ke kepalanya.

“Saya menyingkirkan peraturan. Pemotongan pajak adalah hal yang luar biasa,”. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *