Teringat Suami Selingkuh, Ibu Rendam Bayi Sampai Meninggal

Teringat Suami Selingkuh, Ibu Rendam Bayi Sampai Meninggal

Setelah bayinya menangis, Yani teringat suaminya yang selingkuh membuatnya semakin kesal dan merendam bayinya hingga tewas di dalam bak mandi.

Seorang Ibu di Cianjur Rendam Bayi di Bak Mandi Karena Kesal dan Teringat Suami Selingkuh

Konten.co.id – Warga Kampung Cisuren RT 03/RW 05, Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Cianjur terkejut dengan kematian bayi berusia sekitar tiga bulan, Minggu (29/9/2019).

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan kejadian itu bermula ketika Yani, ibu kandung bayi malang tersebut akan memandikan korban. Saat itu sang bayi terus-menerus menangis sehingga membuatnya kesal.

Pada saat itu juga Yani ingat dengan perbuatan suaminya yaitu Deri, yang telah selingkuh pada saat korban berumur tujuh bulan di dalam kandungan.

Karena kesal dan sakit hati, Yani yang semula akan memandikan korban kemudian memasukan anaknya yang terus menangis ke dalam bak mandi berukuran panjang 1,5 meter X lebar 1 meter X tinggi 1 meter yang telah penuh terisi air.

“Dengan posisi terlentang lalu dengan sengaja meninggalkannya sehingga tenggelam dan meninggal dunia,” paparnya saat memberikan keterangan pers di Mapolres Cianjur, Minggu (29/9/2019).

Kemudian sekitar jam 09.30 WIB pada saat mencari rumput di kebun, nenek korban bernama Mae merasa tidak enak hati. Ia pun pulang ke rumah.

Mae yang langsung pergi ke kamar mandi yang berada di samping rumah untuk membersihkan diri sebelum masuk ke dalam rumah terkejut saat melihat ada yang mengambang.

“Namun ketika berada di dalam kamar mandi, Mae melihat ke dalam bak ada sesuatu yang mengambang yang awalnya diduga adalah boneka. Akan tetapi pada saat diperhatikan lebih dekat, terlihat sesuatu tersebut mirip dengan bayi dengan posisi telungkup,” tambahnya.

Mae pun langsung mengambil korban dan memeluknya sambil berteriak untuk meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Atas perbuatan tersebut pelaku dapat dijerat dengan pasal 80 Ayat (3) Juncto Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3.000.000.000.(tiga miliar rupiah)

Pasal 80 Ayat (4) UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.

Serta pasal 338 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *