Tagar #KamiBersamaHikmaAnggala Tuntut Keadilan Rektor IAIN Kendari

Tagar #KamiBersamaHikmaAnggala Tuntut Keadilan Rektor IAIN Kendari

Tagar #KamiBersamaHikmaAnggala dan #ShameOnYouRektorFaizah viral.

Tagar #KamiBersamaHikmaAnggala dan #ShameOnYouRektorFaizah Minta Rektor IAIN Adil

Konten.co.id – Baru-baru ini tagar #KamiBersamaHikmaAnggala viral di Twitter. Ribuan netizen mentweet dengan tagar tersebut.

“Sahabatku dalam perjuangan…
Hikma Sanggala… Tengadahkan wajahmu..Tataplah masa depanmu…
Anda tidak sendiri.. Apa yang engkau alami… Sesungguhnya tamparan bagi kami..

#Kami bersamamu..!!

#StopKriminalisasiMahasiswa

#RektorIAINKendariRepresif

KamiBersamaHikmaSanggala” cuit @DrijiSholeh.

Tagar ini berawal dari kasus seorang mahasiswa di Kampus IAIN Kendari, Hikma Sanggala yang dikeluarkan dari kampus karena tuduhan tidak jelas. Pengacara Hikma dari LBH Pelita Umat, Chandra Purna Irawan mengatakan bahwa kliennya dikeluarkan karena dituding berafiliasi dengan aliran sesat dan paham radikalisme.

Menurutnya, pada tanggal 27 Agustus 2019 lalu kliennya menerima 2 surat sekaligus yaitu surat dari Dewan Kehormatan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa nomor : 003/DK/VIII/2019 tentang Usulan Penjatuhan Terhadap Pelanggaran Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa IAIN Kendari. Dan surat Keputusan Rektor IAIN Kendari Nomor 0653 Tahun 2019 Tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Sebagai Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Kendari.

“Diantara yang menjadi dasar pemberhentian tersebut yaitu diantaranya adalah berafiliasi dengan aliran sesat dan paham radikalisme yang bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai kebangsaan dan terbukti sebagai anggota, pengurus dan/atau kader organisasi terlarang oleh Pemerintah,” katanya, melalui siaran persnya pada Senin (02/09/2019).

Chandra mempertanyakan sikap pihak kampus karena kliennya adalah mahasiswa berprestasi. Bahkan pernah mendapatkan Piagam Sertipikat Penghargaan Sebagai Mahasiswa Dengan IPK Terbaik se-fakultas. “Dan saat ini sedang menyusun skripsi tetapi kemudian malah mendapat surat DO,” paparnya.

Menurutnya, alasan atau dasar dikeluarkan nya SK tersebut dapat dikategorikan sebagai tuduhan dan fitnah serius. Ia mempertanyakan atas dasar apa tuduhan dan fitnah “Berafiliasi dengan aliran sesat dan faham radikal” tersebut ditujukan kepada Hukma.

“Tuduhan dan fitnah ini patut dibuktikan oleh pihak yang melakukan tuduhan dan fitnah tersebut,” tegasnya.

Terkait ‘radikalisme’, kata dia, hingga saat ini tidak ada satupun keputusan Pemerintah, Putusan Pengadilan, dan norma Peraturan Perundang-undangan yang mengatur tentang defenisi ‘radikalisme’ dan/atau memasukan ‘radikalisme’ sebagai sebuah kejahatan.

“Kemudian atas dasar apa Pimpinan Kampus IAIN Kendari menjatuhkan sanksi berat kepada mahasiswa sementara tidak ada satupun keputusan Pemerintah, Putusan Pengadilan, dan norma Peraturan Perundang-undangan yang mengatur tentang defenisi ‘radikalisme’,” pungkasnya.

Tagar #ShameOnYouRektorFaizah berisi tentang keinginan netizen untuk ada keadilan kepada Hikma Sanggala dari universitas tersebut.

“Kediktatoran adalah ciri ketika argumen akal tak lagi bisa bekerja. Kediktatoran adalah milik orang² tak berakal

#WeStandForHikmaSanggala

#JanganBungkamKami

#ShameonYouRektorFaizah

#RektorIAINKendariDiktator” cuit @destroyerdemocer. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *