Tagar #BubarkanLenteraAnak Jadi Trending Twitter

Tagar #BubarkanLenteraAnak Jadi Trending Twitter

Tagar #BubarkanLenteraAnak karena yayasan tersebut juga ikut menghentikan program audisi Umum PB Djarum.

Usai #bubarkanKPAI, Netizen Ingin #BubarkanLenteraAnak

Konten.co.id – Warganet heboh dengan keputusan PB Djarum Kudus untuk menyetop Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis.

KPAI dan Yayasan Lentera Anak menuding adanya eksploitasi anak pada audisi umum bulutangkis yang dilangsungkan PB Djarum. Mereka bahkan turun ke area audisi dan kantor Djarum untuk menyampaikan aspirasi.

KPAI dan Yayasan Lentera Anak meminta sejumlah syarat, termasuk pergantian nama audisi, jika ajang pencarian bakat pebulutangkis itu tetap dilanjutkan.

PB Djarum dan Yayasan Djarum sempat menyetujui usulan awal, namun dalam prosesnya ada permintaan tambahan setiap kali duduk satu meja. Djarum pun keberatan hingga tak ada kesepakatan.

Djarum memutuskan untuk menghentikan audisi hingga tercapai sebuah kesepakatan. Audisi bulutangkis itu ditiadakan mulai 2020.

Warganet menanggapi beragam keputusan Djarum itu. Mereka pun menyindir KPAI dan Yayasan Lentera Anak dengan beberapa tagar.

Seperti #bubarkanKPAI dan kini tagar #BubarkanLenteraAnak yang melambung. Yang diawali oleh akun @yusuf_dumdum.

“Kta sdh muak generasi ank Indonesia dirusak oleh oknum politisi busuk. Mereka tega lakukan apapun trmasuk ‘gadaikan gama’. Selain bubarkan KPAI, monggo yg setuju #BubarkanLenteraAnak silahkan RT & komen dg tagar tersebut.”

Akibatnya kini banyak netizen yang mencuitkan dengam tagar tersebut. “Jgn biarkan eksploitasi trjdi👇yashhh kemenpora please do your magic! please bring PB Djarum Audition back and #bubarkanKPAI #BubarkanLenteraAnak !!!”cuit @chitattooes.

” KPAI is a complete disgrace #bubarkanKPAI #BubarkanLenteraAnak” cuit @EJ_Keldric.

Ketua Yayasan Lentera Anak, Lisda Sundari sendiri menegaskan bahwa penolakan lembaganya dan KPAI bukan pada Audisi Bulu Tangkis Djarum Foundation. Ia mengatakan bahwa yang dipermasalahkan, yakni penggunaan merek produk tembakau atau rokok dalam seleksi pebulutangkis muda itu.

“Karena brand image rokok dapat membuat anak mengasosiasikan rokok dengan olahraga, kesehatan, dan image baik, tapi kenyataan yang terjadi sebaliknya,” ujar Lisda.

Ia menegaskan kalau memang masih menggunakan logo rokok yang eksploitatif, lebih baik audisi beasiswa bulu tangkis itu berhenti saja. Menurut dia, dalam audiensi di antara Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopophukam), Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta KPAI, tidak ada larangan untuk menyelenggarakan audisi.

Lisda menyebutkan bahwa yang dilarang, yakni logo Djarum yang terkait rokok berada di seluruh promosi sampai kaos peserta. Menurut dia, agak janggal ketika Djarum Foundation memilih menghentikan audisinya. “Playing victim, bilang tahun ini perpisahan, undang atlet ikut bicara, tanpa semua orang tahu fakta sebenarnya bagaimana,” ucap Lisda.

Jadi, kata Lisda keputusan Djarum untuk menghentikan audisinya hanya berarti menyimpulkan bahwa perusahaan rokok itu tidak pernah tulus ingin membantu anak-anak yang menjadi peserta audisi beasiswa bulu tangkis. “Mereka cuma mau audisi kalau ada brand image Djarum-nya, alias pamrih,” kata dia. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *