Perjalanan Sekejap Mata dengan Teleportasi

Perjalanan Sekejap Mata dengan Teleportasi

Teleportasi juga terjadi di masa kini.

Teleportasi Nabi Sulaiman dan Masa Depan, Perjalanan Sekejap Mata

Konten.co.id – Masih ingatkah anda dengan berita bus Pahala Kencana yang sedang melaju di jalan beraspal tiba-tiba berada di tengah hutan Blora bersama sebuah truk tronton?.

Bus beserta penumpangnya seolah-olah mengalami auto teleportasi karena tiba-tiba berada di tengah hutan. Kenapa dikatakan auto teleportasi, karena peristiwa teleportasi terjadi secara alami.

Teleportasi sendiri adalah pemindahan sebuah objek berupa materi dari suatu posisi ke posisi yang lain dalam sebuah alam semesta dan terjadi dalam waktu cepat. Lalu ketika terjadi perkembangan sains modern dari konsep universe (satu alam semesta) menjadi multiverse(banyak alam semesta) maka konsep teleportasi dapat diperluas bukan saja terjadi dalam sebuah alam semesta tetapi juga bisa menjadi pemindahan sebuah obyek ke lintas semesta atau ke dunia paralel.

Bagaimana sebenarnya perkembangan tentang riset teleportasi dalam bidang sains? Dilansir dari zamane.id, riset-riset yang dilakukan selama ini tentang teleportasi masih dalam tahap teleportasi dalam level atom.

Tahun 1997, Charles H Bennet dari Inter-national Business Machines (IBM) mengonfirmasi, teleportasi kuantum mungkin terjadi jika objek asli dihancurkan. Dalam eksperimennya, Ben-net bersama tim di University of Innsbruck Austria, berhasil meneleportasikan sebuah foton (partikel energi yang membawa cahaya). Di tempat tujuan, didapatkan replika foton dengan fisik dan sifat yang serupa aslinya.

Tahun 1998, para fisikawan dari California Institute of Technology (Caltech) juga berhasil melakukan teleportasi foton. Mereka mampu membaca struktur atomik foton, mengirimkannya melalui kabel jenis coaxial sejauh 1 meter, dan menciptakan replika foton tersebut. Sesuai prediksi, foton di lokasi asal hilang ketika replikanya terbentuk.

Tahun 2002, para peneliti di Australian National University (ANU) berhasil meneleportasikan sinar laser.

Eksperimen berikutnya yang juga sukses adalah yang dilakukan Dr Eugene Polzik dan timnya dari Niels Bohr Institute di Copenhagen, 4 Oktober 2006 lalu. Mereka berhasil meneleportasikan informasi berupa sinar laser di dalam suatu awan atom. Polzik menjelaskan, ini merupakan teleportasi dua objek berbeda yaitu cahaya dan materi.

Dimana yang satu sebagai pembawa informasi dan yang lain sebagai media penyimpanan. Polzik menambahkan, ini merupakan yang pertama di dunia.

Yang terbaru adalah eksperimen menggunakan teleporter di laboratorium Profesor Akira Furusawa, di Departemen Fisika Terapan Universitas, Tokyo, April 2011 lalu. Ini adalah uji coba pertama di dunia, yang meneleportasikan informasi kuantum kompleks.

Berawal dari sini, nantinya akan dimungkinkan teleportasi informasi bervolume besar, dengan kecepatan dan ketelitian tinggi melalui jaringan komunikasi.

Sementara hal ini jelas berbeda dengan zaman dahulu. Pada kisah Nabi Sulaiman AS yang memindahkan singgasana Ratu Saba’ yang dilakukan oleh seorang yang mempunyai ilmu.

Sulaiman berkata: “Wahai siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku?”.

Berkatalah ‘Ifrit dari golongan Jin: “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu beranjak dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya”.

Berkatalah seorang yang mempunyai pengetahuan dari kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini karunia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau mengingkari? Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS. 27:38-40)

Dr. Yahya Sa’id, Konsultan Utama energi dan lingkungan pada pusat Pengkajian Teknologi di Finlandia, mengatakan apa yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman AS dalam teleportasi jika dipandang dari sudut ilmu pengetahuan benar-benar luar biasa.

Pertama, dia telah mengubah singgasana Ratu Saba’ menjadi semacam energi yang menyerupai listrik atau cahaya dapat dikirim lewat gelombang listrik magnetik.

Kedua, ia berhasil mengirim energi itu dari negeri Saba’ di Yaman ke negeri Nabi Sulaiman di Palestina. Karena kecepatan penyebaran gelombang listrik magnetik sama dengan kecepatan cahaya, yaitu 300.000 km perdetik, maka waktu yang ditempuh energi itu untuk sampai kenegeri Nabi Sulaiman adalah kurang dari satu detik, meskipun jarak antara Saba’ dan kerajaan Nabi Sulaiman mencapai 3.000 kilometer.

Ia pun mampu mengubah energi itu, ketika tiba dikerajaan Nabi Sulaiman, menjadi materi sama persis seperti gambaran materi sebelumnya atau proses materialisasi.

artinya, setiap benda, bagian dan atom kembali ke bentuk asalnya semula. Dalam dunia sub-atomik, hukum fisika tidak lagi merupakan suatu kepastian, tetapi gerak partikel diatur oleh konsep probabilitas. Pandangan terakhir ini yang menyangkut indeterminisme menimbulkan kontroversi.

Oleh para fisikawan konsekuensi indeterminisme ini biasanya dilukiskan secara dramatis dalam sebuah “eksperimen” yang dikenal dengan kucing Schrodinger (Dewitt, 1970).

Bisa dalam dua keadaan skizofrenik sekaligus: yaitu “hidup yang juga mati, dan mati yang juga hidup”. Jelas sekali bahasa metafora yang digunakan disini, dari ketidakmampuan fisikawan untuk menerangkan keadaan “yang sesungguhnya” terjadi. Namun hal tersebut seperti keadaan partikel yang bisa sekaligus gelombang merupakan konsekuensi pengembangan teori Kuantum.

Jarak antara fisika dan metafisika kini makin dekat. Kini para fisikawan dan para sufi dapat bekerjasama melakukan penjelasan hal ini karena memang dimungkinkan dalam teori Kuantum: bahwa kesadaran dapat memengaruhi materi.

Dalam banyak realitas, sesungguhnya energi dan materi adalah dua bentuk berbeda dari benda yang sama. Contoh paling gampang adalah air dan energi uap air. Materi bisa berubah menjadi energi dan sebaliknya.

Manusia saat ini telah berhasil mengubah materi menjadi energi dalam berbagai perlengkapan atau peralatan dengan memanfaatkan energi atom antara lain melahirkan atau memproduksi energi listrik.

Jika manusia kelak bisa melakukan perubahan antara materi dan energi dengan mudah, maka pasti ia akan menghasilkan perubahan total dan mendasar. Bahkan, boleh jadi, manusia melahirkan revolusi besar-besaran dalam kehidupan modern sekarang.

Salah satu sebab yang memungkinkan pengiriman materi menggunakan kecepatan cahaya pada gelombang mikro ke tempat mana saja yang kita inginkan, yang kemudian kita ubah kembali menjadi materi.

Dengan cara itu, kita bisa mengirim peralatan atau perlengkapan apa saja, bahkan rumah berikut isinya bisa dipindahkan kedaerah mana saja dimuka bumi ini menurut pilihan kita atau malah dipindahkan kebulan atau Mars sekalipun hanya dalam beberapa detik atau beberapa menit saja, sebagaimana yang sering kita tonton dalam serial televisi StarTrex.

Hal yang lebih luar biasa juga terjadi pada peristiwa Isra’ Mi’raj. Dimana dalam perjalanan Isra’ Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerusalem bisa dilakukan dengan sangat cepat.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Isra -1). (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *