Netizen Sebut Wisata Halal Bid’ah, Fahira Idris Tak Terima

Netizen Sebut Wisata Halal Bid’ah, Fahira Idris Tak Terima

Fahira Idris menilai wisata halal karena banyak wisatawan muslim yang juga datang ke Indonesia agar mereka mudah mendapatkan tempat wisata yang sesuai dengan kepercayaan.

Netizen Sebut Wisata Halal Bid’ah, Fahira Idris Sebut untuk Wisatawan Muslim

Konten.co.id – Berbagai negara kini mencanangkan Wisata Halal. Begitu juga Indonesia.

Tapi rencana itu dinilai bid’ah oleh salah satu netizen. Akun Twitter @KamulyanSantri mencuitkan kalau tema tersebut kurang tepat dan bisa mengeksploitasi agama.

“”Wisata Halal” itu Bid’ah

Terma “Wisata Halal” adalah bid’ah & KURANG TEPAT. Bahkan bs menjadi “bid’ah dlalalah” (sesat) jika tujuannya adalah mengeksploitasi agama sebagai bahan dagangan.”

Dikatakannya Inti dari apa yg selama ini salah kaprah disebut wisata halal adalah wisatawan muslim bisa dengan mudah menemukan makanan halal, air untuk berwudhu, dan tempat salat.

” Dengan demikian artinya, wisata ramah terhadap wisatawan yang muslim”

Sehingga, kata dia, yang lebih tepat adalah menggunakan tema Muslim Friendly Tourism atau wisata ramah Muslim.

“Artinya apa yang menjadi kebutuhan seorang muslim dalam hal makan dan beribadah mudah didapatkan.

Dikatakannya tak tepat menggunakan terma wisata halal, disamping juga menimbulkan salah paham dan polemik. Juga bisa menimbulkan salah paham bahwa ada wisata halal dan wisata haram.

“Ketika wisata A dikenal wisata halal maka bisa jd wisata B jadi dikenal wisata Haram. Padahal kan banyak juga wisatawan Muslim yang berwisata ke wisata B tersebut. Berarti wisatawan Muslim berwisata haram, dong?”

Kemudian, jika penyebutan label “halal” adalah karena label itu sangat menjual, maka, kata dia, hal ini jelas sudah menjadi bid’ah dlalalah, sebab menjadikan simbol agama sebagai dagangan.

“Anehnya, umat Islam yg “sono sono…” ko malah mendukung, ” ujarnya.

Pernyataan ini pun menimbulkan polemik di jagat Twitter. Seperti dari @gundawan yang mencuitkan” Di LN, dimana gagasan Wisata Halal muncul dan sukses? Di tempat wisata non-muslim. Kenapa? Karena ingin mengundang wisatawan muslim.
Cocokkah Wisata Halal diterapkan di destinasi wisata NKRI yang dikenal sebagai daerah non-muslim? Sangat cocok!
Pakai akal, jangan pakai jengkal.” cuitnya.

Sementara itu hal ini pun terdengar di telinga anggota DPD Republik Indonesia (RI) Fahira Idris. Ia mengatakan kalau wisata halal tersebut bukan bid’ah.

Wisata tersebut diperuntukkan bagi wisatawan muslim. “Keterangan Wisata Halal diperuntukkan untuk wisatawan muslim… Misal tetangga kita orang Malaysia, Brunei, atau bahkan yg dari Timur Tengah.. Dg adanya direktori Wisata Halal, maka mereka bisa punya pilihan makanan2 halal di suatu restoran tertentu.. Bagi yg non muslim tdk perlu”

“Yg non muslim, pilihannya tentu lebih banyak, karena tanpa melihat direktori, mereka bebas makan di restoran mana saja” cuitnya lagi. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *