Netizen Lambungkan Tagar #BebaskanDandhy Karena Merasa Kebenaran Telah Dibungkam

Netizen Lambungkan Tagar #BebaskanDandhy Karena Merasa  Kebenaran Telah Dibungkam

Cuitan Dendhy Laksono benar dan fakta namun dianggap bersalah membuat netizen ingin adanya keadilan.

Usai Penangkapan Sutradara Sexy Killers Semalam, Tagar #BebaskanDandhy Jadi Trending Topik Twitter

Konten.co.id – Pendiri rumah produksi Watchdoc, Dandhy Dwi Laksono, ditangkap polisi Kamis (26/9/2019) malam karena berbagai posting-an di akun Twitter miliknya terkait Papua.

Dandhy dijemput oleh polisi sekitar pukul 22.45 WIB di kediamannya di kawasan Pondok Gede. Usai diperiksa, tepat pukul 3.30 Wib ia diperbolehkan pulang dan statusnya tetap menjadi tersangka.

Kabar penangkapan Dandhy dengan membuat warganet beramai-ramai mengenakan tagar #BebaskanDandhy untuk menyatakan dukungan dan sikapnya.

“Lagi dan lagi: “Sebab” tak bisa membungkam “Akibat”.. #BebaskanDandhy #BebaskanDandhyLaksono. Jangan sampai muncul Wisanggeni yang akan gabung dan memandu Antasena.. pls,” tulis akun @sudjiwotedjo.

Hal senada dicuitkan drummer Superman Is Dead Jerinx. “#KamiBersamaDandhy #BebaskanDandhy” cuitnya.

“Negara ini makin tidak cerdas menyikapi. Kalian sedang menyalakan api! #BebaskanDandhy,” cuit @IKSANSKUTER.

Untuk diketahui Polda Metro Jaya menangkap pendiri WatchdoC Dandhy Laksono pada Kamis (26/7/2019) pukul 23.00 WIB. Dandhy menjadi tersangka atas cuitannya soal rusuh di Wamena.

Cuitan Dandhy yang dipersoalkan ada dua yaitu yang dicuitkan pada 22 September 2019. Yaitu

JAYAPURA (foto 1)

Mahasiswa Papua yang eksodus dari kampus-kampus di Indonesia, buka posko di Uncen. Aparat angkut mereka dari kampus ke Expo Waena. Rusuh. Ada yang tewas.

WAMENA (foto 2)

Siswa SMA protes sikap rasis guru. Dihadapi aparat. Kota rusuh. Banyak yang luka tembak.

“Twit 22 September terkait insiden di Jayapura dan Wamena. Hanya 1 twit yang dimasalahkan Polda Metro,” kata kuasa hukum Dandhy, Alghiffary Aqsa, Jumat (27/9/2019).

Kini, Dandhy sudah diperbolehkan pulang meski tetap berstatus tersangka. Dandhy ditangkap karena diduga melanggar Pasal 28 ayat (2), jo Pasal 45 A ayat (2) UU No.8 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 dan Pasal 15 No.1 tahun 1946 tentang hukum pidana.

“Sudah diperbolehkan pulang tapi masih tersangka. Ada sekitar 44 pertanyaan yang diajukan penyidik krimsus Polda Metro Jaya dan kasusnya ada karena laporan dari polisi sendiri tipe A, pelapor dari polisi,” ujar Alghif. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *