KPAI Tidak Niat Hentikan Audisi Umum PB Djarum

KPAI Tidak Niat Hentikan Audisi Umum PB Djarum

KPAI hanya ingin tidak ada brand dengan lambang produk rokok dalam pengembangan bakat dan minat anak.

Demi Kembangkan Bakat Anak, KPAI Ingin Audisi Umum PB Djarum Dilanjutkan

Konten.co.id – Penghentian audisi umum PB Djarum tahun depan menjadi banyak perbincangan dan konflik besar. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Imam Nahrawi berharap Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis tetap bergulir pada tahun depan.

Menpora menyayangkan hal tersebut. Imam merasa bahwa audisi Djarum tetap harus dilakukan untuk keberlanjutan pembinaan bulu tangkis di Indonesia. “Audisi badminton Djarum mestinya jalan terus karena tak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan, audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia,” tulis Imam di Instagram, Minggu (8/9/2019).

Menanggapi hal ini Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI), Susanto, menegaskan, pihaknya tidak berniat meminta penghentian audisi bulu tangkis untuk anak-anak yang diinisiasi PB Djarum. “Perlu kami sampaikan bahwa KPAI tidak terbesit niat untuk menghentikan audisi,” ujar Susanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/9/2019).

Ia menambahkan, KPAI justru mendukung adanya audisi dan pengembangan bakat serta minat anak di bidang bulu tangkis. KPAI, kata Susanto, berharap audisi semacam ini terus berlanjut.

Namun demikian, lanjutnya, dalam penyelenggaraan audisi tidak boleh menggunakan nama merek, logo, dan gambar produk tembakau yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012.

“Kami mendukung agar prestasi anak terus bertumbuh dan membanggakan Indonesia ke depan. Jadi, peraturan KPAI hanya menjalankan tugas agar peraturan tersebut ditaati oleh semua pihak,” tuturnya.

Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosiman, mengatakan, keputusan penghentian audisi umum PB Djarum diambil untuk mengurangi polemik terkait penggunaan brand Djarum dalam audisi yang digelar di beberapa kota ini.

Keputusan ini merespons KPAI yang menyebut ada eksploitasi terhadap anak dari gelaran ini.

Menurut KPAI, anak digunakan sebagai promosi brand melalui audisi umum PB Djarum. “Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik,” kata Yoppy. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *