Kisah Mistis Sewu Dino

Kisah Mistis Sewu Dino

Kisah Sewu Dino menceritakan Sri yang bekerja pada korban santet.

Jauh Lebih Serem dari KKN Desa Penari, Ini Kisah Mistis Sewu Dino

Konten.co.id – Siapa bilang Simpleman penulis KKN Desa Penari hanya punya satu cerita seram.

Ternyata ada kisah mistis yang jauh lebih seram dari itu. Yaitu Sewu Dino.

Dikutip dari akun Simpleman, kisah ini diduga masih berlatar di daerah Jawa Timur, Sewu Dino berawal dari Sri yang ingin mencari pekerjaan.

Sri, Dini dan Erna masuk ke rumah seseorang ibu yang bernama Kembang Krasa. Pada awalnya mereka mengira bakal kerja sebagai pembantu.

Namun ternyata tidak sepenuhnya begitu. Hal ini terasa janggal karena Sri saja ditawari gaji 5 juta per bulan.

Padahal saat itu masih tahun 2001 dan ia cuma minta 700 ribu. Pekerjaan apa yang akan mereka lakukan? Mereka bertiga punya kesamaan, lahir di Jumat Kliwon.

Setuju dengan perjanjian tersebut, Sri, Dini dan Erna dibawa ke tengah hutan. Di tengah hutan lebat ada sebuah gubuk yang cukup bikin bulu kuduk merinding.

Mereka disambut oleh kakek tua renta bernama Mbah Tamin. Mereka pun dijelaskan tugasnya yakni merawat seorang gadis bernama Dela.

Namun kondisi Dela cukup mengenaskan dan berbau amis. Dela berada di dalam keranda mayat yang dibikin dari bambu kuning.

Badannya penuh nanah dan borok, serta perutnya buncit. Tugas paling dasar adalah memandikan Dela dan mengganti bajunya dengan syarat tangan dan kakinya diikat.

Meskipun mereka mual ketika harus melakukan pekerjaan ini, namun karena sudah ada perjanjian sebelumnya, jadi mereka harus menerimanya.

Suatu hari Mbah Tamin mau pergi sebentar. Ia berpesan agar Sri tidak membukakan pintu baik siapapun yang mengetuk pintunya

Saat Sri memandikan Dela, ia lupa mengikat tangan dan kakinya. Dela pun bangkit dan bilang, ‘kalian semua akan mati, nggak lama waktunya.’

Erna dan Dini kaget dan membantu Sri mengikat kakinya lagi. Tidak lama kemudian ada gedoran pintu kenceng.

Ia ingat kalau jangan sampai buka pintu. Semakin kencang digedor, Erna pun segera membuka pintu.

Dan benar, Mbah Tamin yang ada di hadapannya. Mbah Tamin pun malah membuka ikatan Dela dan mengelus-elus seolah anaknya.

Ia lalu mengajak Sri keluar dan menunjukkan bahwa di sekeliling rumah itu ada ratusan atau ribuan makhluk ghaib yang telah mengepung.

Ada yang setengah badan, muka hancur, dan berbagai jenis makhluk lainnya.

‘Kamu masih terlalu muda untuk terlalu tau hal ini,’ ujar Mbah Tamin.

Keesokan paginya, Sri yang makin penasaran heran ketika paginya Mbah Tamin datang. Ternyata Mbah Tamin tadi malam tidak pulang.

Makhluk yang menyerupai Mbah Tamin sudah tidak ada di kamar. Kamar Mbah Tamin sudah diacak-acak dan ada batu nisan bertulis KELUARGA ATMOJO.

Atmojo adalah keluarga Dela. Mbah Tamin pun marah karena makhluk asing masuk rumahnya.

Sri curiga bahwa yang melakukan santet adalah Mbah Tamin. Ia pun mencari tau di kamar dan di hutan sekitar situ

Suatu malam Mbah Tamin pamit untuk pergi dan balik lusa. Ia kembali berpesan jangan bukakan pintu dan jangan lupa mengikat kaki Dela.

Sri punya kesempatan untuk mencari tau siapa sebenarnya pria tua itu. Ketika malam, Dela bangun dan bikin Sri kaget. Dia meminta Sri untuk pergi ke pohon beringin di hutan untuk mengambil kotak di bawah pohon tersebut.

Paginya, Sri menemukan pohon beringin besar dan ia menemukan batu nisan bertuliskan DELA ATMOJO.

Ia berpikir Dela telah mati. Lalu ia gali dan menemukan sebuah kotak berisi pasak jagor (boneka santet) yang dililit dengan rambut.

Ia makin yakin santet ini adalah kerjaan Mbah Tamin. Boneka santet lalu ia bawa ke dalam rumah.

Ngerinya, saat Dini memandikan Dela, ia menggigit telinga Dini hingga berdarah-darah.

Lalu Dela bilang kepada mereka, ‘waktu kalian nggak banyak lagi, 1000 hari sudah sebentar lagi!’ Ia lalu kabur ke dalam hutan.

Di hutan, Dela mengatakan kepada Sri bahwa siapapun yang melepas rambut di boneka santet itu, santetnya akan berpindah ke dia.

Benar saja, Erna ditemukan tewas dengan kepala retak karena ia menemukan boneka itu di kamar Sri lalu ia lepaskan lilitan rambut serta membantingnya ke lantai. Erna meninggal dunia dengan muntah darah.

Sri dan Dini dibawa pindah ke sebuah rumah tua yang suasananya serem banget. Mereka ingin mundur tapi takut kalau malah jadi korban selanjutnya. Akhirnya mereka lanjut kerja di sana

Singkat cerita, Dela bisa disembuhkan dengan syarat boneka santet satu lagi ditemukan. Hal ini agar bisa membalas santet ke pelaku santet yang disebut keluarga Kuncoro.

Setelah ditemukan oleh Mbah Tamin dan Dini, lalu diadakan sebuah ritual. Mbah Tamin menggali tiga liang lahat untuk Dela, Dini dan Sri.

Setelah masuk ke liang, Sri merasa kesakitan yang sangat parah. Sakit yang paling hebat serasa dicabik-cabik dan nyawanya seolah mau lepas.

Ia juga mendengar teriakan Dela dan Sri. Saat ritual itu, muncul dua makhluk mengerikan, yang satu berwujud perempuan tanpa kaki dan berlidah panjang bernama Sengarturih dan laki-laki dengan kaki panjang bernama Banarogoh.

Suara Sri menggelegar, mereka sama-sama berteriak, namun, ada suara lain yg ia dengar. Suara seorang lelaki, ia tidak hanya berteriak, ia mencaci maki dengan suaranya yg gemetaran.

Sebuah suara asing yg tidak diketahui darimana datangnya. Itulah si pengirim santet, keluarga Kuncoro.

Sri mengetahui kalau sebenarnya bukanlah keluarga Atmojo yang disantet, melainkan keluarga Atmojo lah yang jadi pelaku santetnya

Setelah kejadian mengerikan tersebut, Sri mengetahui kalau ternyata Jumat Kliwon bukanlah weton yang sama dengan Dela, melainkan weton yang sama dengan Kuncoro, keluarga yang menyantet keluarga Atmojo.

Namun di balik itu sebenarnya ia tahu kalau Kuncoro lah sebenarnya yang disantet oleh keluarga Atmojo.

“Kuncoro, apakah itu nama keluarga yg semuaya sudah anda habisi, dan untuk membalasnya, ia sampai rela menggadaikan nyawanya biar keluarga Anda menerima balasan.

“Sengarturih dan Banarogoh adalah peliharaan Anda, yang anda jadikan alat untuk menghabisi semua keluarga Kuncoro, tapi rupanya keturunan terakhirnya bisa menangkap Banarogoh. Lalu menggunakanya agar Sengarturih bisa menyiksa Dela, sebagai gantinya, ia yang menerima semua dosanya, “

Ketika Sri bilang ke Mbah Krasa, ia kaget. Lalu bilang begini kepada Sri.

“Kamu pengen mati sekarang atau mati di rumah, Nduk? Tenang, nyawamu terlalu berharga karena sudah membantu selama ini,” kata Mbah Krasa.

Malam itu pula, Sri diantar pulang dan diantar supirnya Mbah Kembang Krasa. Supirnya bercerita ke Sri kalau dia yang memasang boneka santet ke keluarga Kuncoro sampai mereka meninggal semua.

Dulunya ia kerja kepada Kuncoro namun berkhianat ke keluarga Atmojo. Ia dikenai santet Sewu Dino, yang artinya santet yang bikin satu keluarga meninggal dalam 1000 hari.

Beberapa hari setelahnya, di depan rumah Sri ada segepok uang yang banyak sekali jumlahnya. Namun oleh Sri uang tersebut malah dibuang.

Dari cerita ini kami hanya berpesan agar anda jangan terlalu takut dengan hal gaib apapun itu. Untuk percaya atau tidak ada di tangan anda sendiri. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *