Ibu Kandung Bunuh Balita Kembar di Kupang

Ibu Kandung Bunuh Balita Kembar di Kupang

Dewi Regina marah karena sang suami selalu emlakukan KDRT dan tidak mau memberikannya ekonomi yang cukup sehingga ia melampiaskannya kepada balita kembarnya

Dendam Kepada Suami Buat Ibu di Kupang Bunuh Balita Kembarnya

Konten.co.id – Pelaku pembunuhan balita kembar Angga Masus dan Angkri Masus (5) di mess pekerja Hotel Ima di Jalan Timur Raya RT 09/RW 03 Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang, Kamis (5/9/2019) terkuak.

Ibu korban Dewi Regina Ano (24) menjadi dalang utama dalam tewasnya balita malang tersebut. Dikatakan Kasat Reskrim Kupang Iptu Bobby Mooy Nafi tersangka mengakui perbuatannya saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Berdasarkan hasil interogasi, yang bersangkutan (tersangka) mengakui bahwa dia yang melakukan pembunuhan terhadap kedua anaknya,” katanya, Senin (16/9/2019) pagi.

Kejadian berawal ketika sang ibu, Dewi Regina membawa kedua anaknya untuk tidur di mes pekerja Hotel Ima pada Kamis (5/9/2019) lalu. Usai kedua anaknya tertidur pulas, pelaku pun mengambil sebilah parang yang terselip di dinding kamar.

Parang ini kemudian digunakan tersangka untuk menebas kepala kedua anak kembarnya yang tengah tertidur pulas hingga tewas.

Usai membunuh kedua anaknya, tersangka diketahui mencoba untuk menghabisi nyawanya sendiri dengan menusukkan perut dan menggorok lehernya menggunakan parang.

“Kemudian, berdasarkan pengakuannya, tak berselang lama, ia tak sadarkan diri. Ia tersadar saat sudah berada di RSUD SK Lerik Kota Kupang,” jelasnya

Ia mengatakan bahwa motif utama tersangka melakukan pembunuhan dikarenakan rasa dendam terhadap sang suami, Obir Masus (31).

Tersangka mengaku bahwa selama ini sang suami tak pernah memenuhi kebutuhannya sebagai istri dan kurang memperhatikannya. Bahkan sang suami tak pernah mau membelikannya pembalut setiap bulannya.

Lebih lanjut lagi, runtut masalah ini pun berujung pada kasus penganiayaan (KDRT) yang diakui tersangka kerap kali ia alami dari sang suami. Tenggelam dalam rasa dendam, tersangka pun nekat habisi kedua anaknnya demi membalaskan perilaku sang suami padanya.

“Dia melakukan pembunuhan ini dengan maksud agar membalas dendam atas perilaku suaminya,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia mengatakan bahwa tersangka mengaku dirinya tak pernah diterima dengan baik oleh pihak keluarga suami. Sehingga rasa dendam tersebut terakumulasi dan membuatnya nekat melakukan hal sekeji itu.

Saat diinterogasi pun tersangka menunjukkan sikap kooperatif meski mengaku bersalah dengan suara yang terbata-bata karena menangis.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 80 ayat 3 dan 4 KUHAP, tentang penganiayaan mengakibatkan anak meninggal dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Jika pembunuhan dilakukan oleh orangtua, maka ancaman hukumannya ditangani sepertiga dari ancaman hukuman pokok. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *