Gun Romli : Ada Peran Antara Anies & Pendukungnya Soal Perpindahan Ibu Kota

Gun Romli : Ada Peran Antara Anies & Pendukungnya Soal Perpindahan Ibu Kota

Pembangunan DKI Jakarta yang kurang baik semenjak ditangan Gubernur baru dinilai membuat ibu kota dipindah.

Ibu Kota Pindah, Anies dan Pendukung Beda Arah

Konten.co.id – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara mendapat respon negatif. Salah satunya dari pendukung dari Gubernur DKI jakarta, Anies Baswedan yang acap kali menyindir presiden Jokowi di sosial media.

Politisi muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli mengaku tidak paham melihat hal ini. Sementara pendukungnya tidak suka dengan keputusan Presiden untuk memindahkan ibu kota, Anies justru terus bersama Jokowi hingga saat pengumuman perpindahan Ibu kota.

Ia menilai ada pembagian peran antara Anies dan pendukungnya. Anies, katanya, disebut meminta digelontorkan dana Rp571 Triliun untuk membangun Jakarta. Sedangkan budget untuk pindah Ibu kota hanya Rp466 Triliun jauh di bawah permintaan Anies.

Dikatakannya, yang membangun MRT dan LRT adalah Jokowi, dilanjutkan Ahok membangun infrastruktur di Jakarta. Membangun Simpang Susun, Jalan Layang, Jalan Terowongan Pramuka-Matraman, dan Kuningan serta melakukan normalisasi sungai agar airnya tidak meluap yang bisa menyebarkan banjir. “Dan pembangunan-pembangunan lainnya untuk Jakarta,” ucapnya.

Sementara Anies Baswedan justru melakukan yang sebaliknya. Banyak jalan di Jakarta ditutup, PKL diberi tempat berjualan di trotoar, sungai kotor dan bau hanya ditutupi jaring. Warga kembali melakukan reklamasi di pinggir-pinggir sungai, ruas sungai pun semakin menyempit. “Tidak ada pembangunan berarti di era Anies,” ucapnya.

Mengatasi banjir, kata Anies dilakukan mudah. Dengan menggali lubang baik di dalam rumah dan kantor. Tapi tidak dikerjakannya.

Dikatakannya hanya ada tim Gubernur dan budgetnya yang membengkak, dana operasional gubernur yang sekaligus ambil jatah Wagub yang posisinya kosong. “Apa karya Anies? Buntelan Bambu dan Tumpukan Batu,” imbuhnya.

Kemudian setelah Jokowi memutuskan pindah Ibukota, pendukung Anies malah nyinyir ke Jokowi yang dituduh gagal membangun Jakarta, lantas Ibukota dipindahkan.

Ia pun mempertanyakan siapa Gubernur Jakarta saat ini. “Andai Jokowi saat jadi gubenur nyata kerjanya, bangun di sana sini, kalau Anies? Kok sekarang gagalnya pembangunan Jakarta malah ditimpakan ke Jokowi oleh pendukung Anies,” katanya.

“Jokowi sudah cukup membangun Jakarta dan kini bukan hanya tidak dilanjutkan tapi malah dibikin amburadul oleh Anies, itu pun masih minta duit Rp571Triliun lagi,” tandasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *