fbpx

Esemka Diproduksi, Nasib Mobil Listrik Indonesia Semakin Tenggelam

Esemka Diproduksi, Nasib Mobil Listrik Indonesia Semakin Tenggelam

Ricky Elson pembuat Selo kini akan kembali ke Jepang

Nasib Mobil Listrik Indonesia Semakin Tenggelam Pascaproduksi Massal Esemka

Konten.co.id – Pabrik Esemka resmi berdiri di Boyolali, Jawa Tengah. Ribuan mobil anak negeri ini akan resmi mengaspal di Indonesia.

Lantas bagaimanakan nasib mobil listrik Selo buatan Ricky Elson yang digadang-gadang sebagai mobil listrik pertama karya anak negeri?

Ricky Elson merupakan putra terbaik asli Indonesia, prestasi Ricky Elson justru mentereng di negeri Sakura Jepang. Di Jepang Ilmunya sudah teramat sangat dihargai karena kehebatan dan prestasinya.

Di Jepang ia sebenarnya telah menduduki jabatan penting, yakni sebagai Kepala Divisi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Permanen Magnet Motor dan Generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.

Ricky Elson selama di Jepang juga telah menemukan 14 teori tentang motor listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang. Sangat miris memang, hasil karya anak Indonesia namun dipatenkan oleh bangsa lain.

Sekian lama Ricky menunggu izin mobil listrik yang dibuatnya bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan. Berharap mobil listrik bernama Selo dan Gendhis itu, dapat menjadi inspirasi kelahiran mobil listrik buatan anak negeri.

Namun apa daya, izin mobil listrik buatan pria kelahiran Padang 11 Januari 1980 itu tak kunjung keluar. Bahkan terkesan digantung oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Saat ini dia sudah kembali di Indonesia, beliau adalah “Putra Petir” yang ditemukan Menteri BUMN fenomenal Dahlan Iskan, beliaulah pencipta “Selo” Mobil Listrik Nasional!

Putra Minangkabau ini, yang dipercaya Dahlan Iskan sebagai Pelaksana penugasan proyek pengembangan teknologi mobil listrik nasional, juga sedang aktif melakukan penelitian di ciheras Tasikmalaya mengenai pembangkit listrik tenaga angin.

Bahkan kini kincir angin hasil rancangan beliau tersebut kini menjadi yang terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak. Luar biasa!

Yang lebih luar biasa lagi, beliau rela meninggalkan Jepang dengan segala fasilitas dan income yang beliau dapatkan disana, untuk hidup sederhana di desa kecil Ciheras dengan kehidupan sederhana sambil membimbing banyak mahasiswa dan anak-anak muda yang ingin belajar bersama beliau di sana.

Bahkan kabarnya, beliau rela berjauhan sementara dengan istri tercinta demi cita-cita mewujudkan pembangkit listrik murah dan ramah lingkungan untuk Indonesia.

Mobil listrik Tucuxi, Selo dan Gendhis telah lama selesai. Mungkin ini bukan mobil listrik pertama yang dibuat di Indonesia, namun inilah jajaran mobil listrik yang pertama kali dikerjakan seluruhnya oleh putra-putri bangsa.

Untuk mendapatkan izin ketiga mobil listrik ini, pada awalnya Dahlan meminta surat izin mobil listrik kepada Kementerian Perhubungan, namun kementerian tersebut tidak bisa memberikan izin.

Namun seiring berlalunya waktu, izin dari Kemenristek tak kunjung ada kejelasan. Padahal Menristek Gusti Muhammad Hatta pernah memuji mobil listrik Selo saat melakukan ujicoba.

Berbagai cara sudah ditempuh mantan Dirut PLN ini agar mengantongi izin menggunakan mobil bernama ‘Selo’ itu. Dari mengirim pesan singkat (SMS), telephone, hingga mengirimkan surat pribadi pada Kemenristek. Hanya saja, upayanya hingga kini tak berbuah manis.

“Saya sudah kirim surat pribadi, sebagai salah satu orang yang bisa kendarai mobil listrik itu untuk uji coba. Sampai sekarang enggak dibalas. Saya udah SMS, telepon juga sudah. Jawabannya cuma ‘ya’ saja, tapi tidak dikasih izinnya,” papar Dahlan heran.

Dahlan pun saat itu bingung, beberapa bus listrik yang juga masih nangkring di Kemenristek masih kesulitan keluar izinnya. Padahal secara tak langsung, bus-bus listrik itu sudah melewati jarak jauh, dari Jakarta-Bandung-Yogjakarta-Jakarta.

Meski kini Ricky Elson telah kembali ke tanah air, namun kini ia berencana untuk segera pulang kembali ke Jepang.

Melalui akun facebooknya, pembuat kincir angin terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak ini mengaku, perusahaan di Jepang tempatnya bekerja dulu, terus mengirimi tawaran untuknya kembali. Apalagi menurutnya, saat ini Indonesia belum bersahabat untuk hasil-hasil karyanya.

Jika melihat perhatian pemerintah terhadap pengembangan teknologi di negeri ini yang sangat memprihatinkan. Tentunya beliau bisa melakukan banyak hal disana dengan berbagai kemudahan yang ada.

Beliau tentu tidak akan banyak mengalami kesulitan untuk melakukan penelitian dan menemukan banyak hal untuk kemajuan peradaban. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *