Dua Menteri Jokowi Resign dalam Dua Pekan

Dua Menteri Jokowi Resign dalam Dua Pekan

Menkumham Yasonna Laoly resign karena akan diangkat sebagai anggota DPR dan Menpora Imam Nahrawi resign karena jadi tersangka dana hibah KONI.

Berbeda Alasan, Dua Menteri Jokowi Resign Dalam Dua Pekan

Konten.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kali ini tengah dipusingkan dengan dua menteri pada Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) yang memutuskan untuk mundur dalam dua pekan ini. Dua Menteri ini memiliki alasan yang berbeda.

Pertama adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly yang mengundurkan diri dari jabatannya karena akan dilantik sebagai anggota DPR pada awal Oktober mendatang.

Dalam surat pengunduran dirinya yang beredar di kalangan wartawan, Yasonna mengundurkan diri mulai 1 Oktober 2019 mendatang.

“Hal ini berkaitan dengan terpilihnya Saya sebagai Anggota DPR Republik Indonesia Dapil Sumatera Utara I serta tidak diperbolehkan rangkap jabatan…,” tulis surat pengunduran diri tersebut.

Hal tersebut sesuai dengan Pasal 23 UU 39 tahun 2008 tentang kementerian Negara yang intinya menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.

Staf Khusus Kepresidenan bidang komunikasi Adita Irawati pun mengonfirmasi pengunduran dari Yasonna Laoly sebagai Menkumham.

“Saya dapat konfirmasi memang betul sudah menyerahkan surat pengunduran diri karena akan dilantik jadi anggota DPR. Tidak boleh rangkap jabatan,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Jumat (27/9/2019).

Selain Menkumham, posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) juga kosong pasca Imam Nahrawi tersandung kasus dana hibah KONI.

Imam pun resmi mengundurkan diri pada Kamis (19/9/2019) petang. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Bapak Jokowi dan Wapres Bapak Jusuf Kalla sekaligus permohonan maaf saya kepada beliau Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden,” ujar Imam seperti dikutip detik.com.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama, hingga seluruh rakyat Indonesia.

“Dengan harapan saya harus fokus menghadapi dugaan tuduhan KPK. Sudah barang tentu saya harus mengikuti proses hukum yang ada sebaik mungkin,” kata Imam.

Semua ucapan tersebut keluar dari mulut Imam setelah KPK menetapkan Menpora sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora. Penetapan itu disampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam keterangan pers di kantornya, Rabu (18/9/2019).

Menurut Alexander, Imam diduga menerima uang sebesar Rp 26,5 miliar. Penerimaan itu sebagai bentuk commitment fee pengurusan proposal yang diajukan KONI kepada Kemenpora terkait posisinya sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan selaku menpora. 



Uang itu, kata Alexander, diterima secara bertahap, yakni sebesar Rp14,7 miliar dalam rentang waktu 2014-2018 melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum yang juga menjadi tersangka dalam perkara tersebut.

Selepas menemui pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/9/2019), Jokowi membenarkan telah menemui Imam.

“Pak Imam Nahrawi sudah bertemu dengan saya dan saya menghormati apa yang sudah diputuskan oleh KPK bahwa Pak Imam Nahrawi jadi tersangka karena urusan dana hibah dengan KONI,” ujar Jokowi.

Selepas pertemuan itu, Jokowi mengaku akan segera mengambil keputusan apakah menpora nanti diisi sosok baru atau pelaksana tugas. Sebab, lanjut kepala negara, Imam telah menyampaikan surat pengunduran diri sebagai menpora.

Ketika ditanya apakah Jokowi akan mengambil menteri dari Partai Kebangkita Bangsa (PKB) atau tidak ia mengaku sedang mempertimbangkan. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *