Cover Sampul Majalah Tempo “Presiden Berhidung Pinokio” Jadi Pro Kontra

Cover Sampul Majalah Tempo “Presiden Berhidung Pinokio” Jadi Pro Kontra

Sampul baru majalah Tempo bergambar presiden Jokowi dengan bayangan berhidung panjang seperti Pinokio menimbulkan polemik besar.

Pendukung Jokowi Gugat Sampul Majalah Tempo “Presiden Berhidung Pinokio”

Konten.co.id – Baru-baru ini Majalah Tempo membuat sensasi. Yaitu dengan memasang sampul majalahnya dengan gambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan berlatar belakang siluet berhidung panjang layaknya tokoh dongeng Pinokio.

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan berbagai kebijakan Jokowi saat ini yang dinilai berbeda, banyak berbohong dan tidak seperti apa yang dikatakannya saat kampanye.

Hal ini pun ditanggapi berbagai netizen. Bahkan sejumlah tokoh.

“Tempo sedang kirim pesan, jangan salahkan jkw, tp salahkan bayangan” cuit @alamnamulyo.

Politisi Ruhut Sitompul mengaku geram dengan hal tersebut.

Dikatakannya dengan gambar tersebut menunjukkan bahwa mereka telah menghina pemimpin negara. Ia pun meminta agar Merdeka selaku perusahaan yang menaungi Tempo agar mencabut sampul tersebut.

“Majalah Tempo kalau benar Sampulnya Gambar Pak Jokowi Presiden RI ke 7 dgn hidung Pinokio, Aku sangat menyesalkan karena Presiden itu Simbol Negara Indonesia jadi tdk pantas menggambarkan Pak Jokowi Pembohong tolong Gambar Sampul tersebut dibatalkan/dicabut MERDEKA.”

Hal senada diungkapkan aktivis Denny Siregar. Ia mempersilahkan jika Tempo tidak menyukai Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tapi jika dengan penghinaan terhadap presiden pihaknya pun mengaku geram.

“Cover majalah @tempodotco ini sangat menghina @jokowi sbg Presiden RI. Tempo boleh tidak suka dgn revisi UU @KPK_RI – meskipun sebenarnya media tdk boleh berpihak.

Tapi membuat sebuah gambar yang menghina simbol negara ini, saya rasa sudah sangat keterlaluan !”

Sementara peneliti media Wisnu Prasetya Utomo memaparkan alasan untuk mereka yang menganggap Majalah Tempo menghina Presiden Jokowi melalui covernya yang bergambar hidung panjang.

“Pertama, media boleh dan harus menunjukkan sikapnya, apalagi berkaitan dengan hal-hal yang mengancam demokrasi,” kata dia.

“Kedua, Tempo tidak menghina Jokowi. Ia mengingatkan Jokowi,” cuit Wisnu.

“Yang ketiga, buzzer seperti anda merusak demokrasi,” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *