Bunuh Ibu Kandung, Pemuda Berau Tersenyum ditangkap Polisi

Bunuh Ibu Kandung, Pemuda Berau Tersenyum ditangkap Polisi

Winardi yang dua kali menganiaya orang tuanya diduga mengalami sakit kejiwaan.

Pemuda Berau Langsung Nongkrong dan Senyum Saat ditangkap Polisi Usai Bunuh Ibu Kandung

Konten.co.id – Memang durhaka Winardi (39) warga Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Berau, Kalimantan Timur. Ia yang baru saja menganiaya Suarti, ibu kandungnya sendiri dengan kayu, Selasa (24/9/2019) malah langsung asyik nongkrong dengan temannya.

Bahkan tanpa dosa ia tersenyum saat difoto oleh anggota Polsek Gunung Tabur yang menjemputnya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Suarti dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Kapolsek Gunung Tabur Iptu Kasiyono, Rabu (25/9/2019) mengatakan, awalnya saksi berinisial Nm melihat Suarti tergeletak di samping rumahnya.

Sementara Winardi, anak korban yang juga terduga pelaku penganiayaan tampak sedang memarahi ibunya yang sudah terkapar di bawah antena parabola.

“Setelah itu, Winardi pergi meninggalkan tempat kejadian dengan naik sepeda motor,” katanya.

Ketakutan melihat perilaku Winardi, warga lantas menghubungi aparat kepolisian. Korban pun sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, namun nyawanya tidak tertolong karena pendarahan hebat di bagian kepala.

Di saat yang hampir bersamaan, polisi juga melakukan pengejaran terhadap Winardi. Terduga pelaku penganiayaan ibu kandungnya sendiri ini, diamankan polisi ketika sedang nongkrong bareng warga sekitar.

Winardi diamankan 4 jam setelah Polsek Gunung Tabur menerima laporan kasus penganiayaan yang berubah statusnya menjadi kasus pembunuhan ini.Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap Winardi, yang menurut keterangan warga di sekitar rumahnya sudah lama mengidap penyakit jiwa.

Winardi sempat mendapat perawatan untuk mengatasi masalah kejiwaannya ini, bahkan dinyatakan sudah sembuh pada tahun 2018 lalu.

Tidak diketahui secara pasti, apa latar belakang kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian ini. Pasalnya, polisi harus lebih dahulu memastikan jika Winardi sehat secara fisik dan kejiwaan sebelum melanjutkan proses hukumnya.

Namun diduga Winardi mengaku cemburu karena diperlakukan tidak adil. “Menurut dia begitu, katanya kurang perhatian, orangtuanya lebih perhatian ke saudaranya. Tapi kami masih dalami kasus ini, karena memang ada indikasi pelaku mengalami gangguan jiwa,” katanya.

Winardi pun diketahui kerap menganiaya kedua orangtuanya. Sebelumnya Winardi juga pernah menganiaya ayahnya. Ia juga pernah mencoba menceburkan ibu kandungnya ke dalam sumur. (*)

Penulis : AIK

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *