Besok, Mahasiswa dan Alumni 212 Akan Kepung DPR

Besok, Mahasiswa dan Alumni 212 Akan Kepung DPR

Ribuan mahasiswa dan Alumni 212 demo karena tuntutan terkait RKUHP dan RUU KPK belum juga didengar oleh pemerintah.

Tolak RKUHP dan RUU KPK, Besok Mahasiswa dan Alumni 212 Akan Kepung DPR

Konten.co.id – Ribuan mahasiswa berencana kembali menggelar demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Jakarta pada Senin (30/9/2019) besok.

Presiden Mahasiswa Trisakti, Dinno Ardiansyah menuturkan mahasiswa akan mengawal dan tetap menyampaikan penolakan terhadap Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tuntutan kita sama seperti kemarin. Kita menolak RUU bermasalah dan kita tetap menolak UU KPK yang telah disahkan,” ujar Dinno.

Aksi demonstrasi nanti, lanjutnya, dapat memberikan tekanan psikologis kepada pemerintah dan DPR. Mahasiswa berharap pemerintah segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang KPK.

Sementara Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jakarta Andi Prayoga meminta pemerintah lebih responsif menanggapi tuntutan massa.

Terlebih berbagai elemen masyarakat di Indonesia kini bergerak secara masif menggelar unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap revisi UU KPK.

“Pemerintah sebetulnya harus lihat. Mahasiswa, masyarakat, bahkan anak SMA, sudah bergerak hampir di seluruh kabupaten di Indonesia,” ujar Andi.

“Dengan adanya penolakan, harusnya pemerintah lebih responsif. Jangan pemerintah seakan-akan tidak tahu dan bersikap abai,” lanjutnya.

Ia menuturkan apa yang disampaikan dan menjadi tuntutan mahasiswa seharusnya ditampung oleh pemerintah karena sesuai dengan keinginan rakyat.

Selain itu, Andi menilai pembuatan Undang-Undang KPK adalah atas dasar kepentingan. Menurutnya mahasiswa hadir mewakili suara rakyat, menuntut kepentingan tersebut.

“Ini penolakan RUU KPK dan itu sebetulnya sesuai dengan keinginan rakyat. Pembuatan yang terburu-buru, tidak melibatkan KPK, itu membuat kita curiga. Masyarakat curiga terhadap itu,” kata Andi.

Sebelumnya saat Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI, Sabtu (28/9/2019), Alumni 212, menyatakan diri siap bergabung dengan gerakan mahasiswa dalam aksi besar di depan Kantor DPR, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Di sela-sela aksi, salah seorang orator dari mobil komando mengajak massa yang hadir untuk kembali turun ke jalan pada 30 September nanti bersama gerakan mahasiswa.

Alumni 212 diminta bergabung dengan mahasiswa untuk ‘mengepung’ DPR. Tuntutan aksi 30 September sama dengan aksi-aksi sebelumnya, yaitu menolak peraturan yang tidak sesuai dengan amanat reformasi. Seperti, UU KPK hasil revisi dan RUU KUHP.

“Siap bergabung dengan mahasiswa?” tanya dia langsung dijawab “siap” secara serentak oleh massa Aksi Mujahid 212.

Aktivis dan pengamat politik Ray Rangkuti menilai aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir terjadi karena adanya pengabaian suara rakyat.

Oleh karena itu, Ray mengimbau pemerintah dan DPR tidak mengabaikan suara rakyat yang menolak UU KPK hasil revisi dan RKUHP.

“Eksekutif, Presiden Jokowi, jangan abaikan suara rakyat yang pelan sampai yang kencang. Demo besar-besaran ini terjadi karena adanya pengabaian suara rakyat,” ujar Ray dalam sebuah acara diskusi bertema ‘Membaca Gerakan Kaum Muda Milenial’ di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (28/9/2019).

Ray juga berharap Presiden Joko Widodo segera menerbitkan Perppu KPK.

Hal ini menjadi semakin penting karena ada dua korban jiwa dari mahasiswa yang tewas saat mengikuti aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Randi (21), tewas terkena peluru tajam dari jarak dekat.

“Presiden katakan akan pertimbangkan Perppu. Saran saya jangan tunda lagi. Korban sudah muncul, eskalasi kekerasan meningkat. Saran saya keluarkan saja Perppu atas pertimbangkan keamanan,” katanya. (*)

Penulis : Kusuma

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *