fbpx

Tata Cara Salat Idul Adha

Tata Cara Salat Idul Adha

Niat dan tata cara salat Idul Adha.

Simak Tata Cara Salat Idul Adha

Konten.co.id – Hari raya idul adha telah ditetapkan jatuh pada Minggu, (11/8/2019). Di hari yang mulia tersebut, umat Islam akan melaksanakan salat Idul Adha dengan niat beribadah kepada Allah SWT.

Meskipun termasuk sunnah, tata cara salat Idul Adha harus dilakukan dengan lengkap dan sebaik-baiknya.

Tata Cara Salat Idul Adha

Salat Idul Adha sangat dianjurkan bagi umat muslim untuk melakukannya termasuk sunnah muakkad. Terdapat dua rakaat dalam pelaksanaannya. Setiap rakaatnya terdapat bacaan-bacaan khusus. Mari kita bahas bacaannya.

1. Membaca Niat

Niat sangat penting dalam melaksanakansalat dan merupakan rukun salat. Jika niat terlewatkan, maka ibadah tidak sah sehingga tidak maksimal. Berikut adalah niat salat idul adha bagi imam dan makmum.

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunnah idul adha dua raka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum karena Allah Ta’ala”

Sedangkan jika menjadi imam, lafal niat salat idul adha sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunnah idul adha dua raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala”

2. Takbiratul Ihram

Terdapat hal yang membedakan salat yang kita kerjakan seperti biasanya dengan salat idul adha, yaitu dari jumlah takbirnya. Setelah takbiratul ihram yaitu membaca do’a iftitah kemudian dilanjutkan membaca takbir sebanyak 7 kali di rakaat pertama. Diantara takbir terdapat bacaan khusus, sebagai berikut:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Bisa juga membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.

3. Membaca Surat Al-Fatihah

Setelah membaca surat Al-Fatihah umat muslim yang melaksanakan salat idul adha disunnahkan untuk membaca surat Qof diraka’at pertama dan surat Al-Qomar diraka’at kedua, atau surat Al-A’la, dan surat Al-Ghosyiyah. Dilanjutkan dengan melakukan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri kembali seperti shalat biasa.

4. Membaca Takbir sebanyak 5 kali

Jika di rakaat pertama membaca takbir sebanyak 7 kali, berbeda dengan rakaat kedua. Di rakaat kedua kita wajib untuk membaca takbir sebanyak 5 kali dengan mengangkat tangan mengucapkan ‘Allahu Akbar’. Bacaan khususnya sama seperti dirakaat pertama, hanya berbeda jumlah durasi bacaannya.

Pada rakaat kedua umat muslim dianjurkan untuk membaca membaca Surat al-Ghâsyiyah. Kemudian dilanjutkan dengan bacaan dan gerakan seperti sholat biasanya yaitu ruku’, sujud, dan seterusnya hingga terakhir mengucapkan salam.

5. Membaca Takbir di awal Khutbah

Jika sudah salam, maka jamaah baiknya tidak disarankan untuk bergegas pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idul Adha terlebih dahulu hingga selesai. Di awal khutbah pertama disunnahkan untuk membaca takbir secara 9 secara berkesinambungan. Pada khutbah kedua bacaan takbir disunnahkan sebanyak 7 kali di awal.

Materi khutbah baiknya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti tentang berkurban, zakat fitrah, dan persiapan menunaikan ibadah haji di tanah suci. Dalam melaksaakan salat idul adha, umat islam dianjurkan untuk berjalan kaki saat mengunjungi masjid dan ketika akan berpulang. Dengan tidak menggunakan kendaraan terkecuali ada hajat tertentu, misalnya sangat jauh.

Sebagaimana hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang (HR. Ibnu Majah).

Umat muslim saat akan berangkat dan pulang dari tempat sholat idul adha dianjurkan untuk melewati jalanan yang berbeda. Sebagaimana hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘id, beliau lewat jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang (HR. Bukhari)”. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video