Tata Cara dan Niat Puasa Arafah

Tata Cara dan Niat Puasa Arafah

Sebelum puasa Arafah, simak tata cara dan niat puasa Arafah.

Yuk Simak Tata Cara dan Niat Puasa Arafah

Konten.co.id – Umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha 2019, Minggu (10/8/2019).

Menjelang perayaan Idul Adha 2019, umat muslim dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa sunah Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah 1440 H atau Sabtu (10/8/2019).

Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah karena pada tanggal tersebut umat muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji menunaikan wukuf di Arafah.

Umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan berpuasa Arafah. Bagaimana sih tata cara dan niat puasa Arafah? Berikut Konten.co.id rangkum dari berbagai sumber :

Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى
Latin: Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala
Artinya : “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Puasa Arafah

Tata cara puasa Arafah sama seperti melaksanakan puasa pada umumnya.

1. Membaca Niat

Sebelum melaksanakan puasa, alangkah baiknya untuk membaca niatnya terlebih dahulu. Niat puasa Arafah sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum terbit fajar.

Namun, jika terlupa dan karena ini puasa sunah, maka boleh melafalkan niat di pagi harinya, setelah terbit fajar asal belum makan-apa atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Hal ini berdasarkan hadits bahwa Rasulullah pernah puasa sunnah dengan niat di waktu pagi seperti pada hadits berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَىَّ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ هَلْ عِنْدَكُمْ شَىْءٌ. فَقُلْنَا لاَ. قَالَ فَإِنِّى إِذًا صَائِمٌ. ثُمَّ أَتَانَا يَوْمًا آخَرَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أُهْدِىَ لَنَا حَيْسٌ. فَقَالَ أَرِينِيهِ فَلَقَدْ أَصْبَحْتُ صَائِمًا . فَأَكَلَ

Dari Aisyah Ummul Mukminin, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemuiku pada suatu hari lantas beliau bertanya, “Apakah kalian memiliki sesuatu untuk dimakan?” Kami pun menjawab, “Tidak ada.” Beliau pun bersabda, “Kalau begitu saya puasa.” Kemudian di hari lain beliau menemui kami, lalu kami katakan pada beliau, “Kami baru saja dihadiahkan hays (jenis makanan berisi campuran kurman, samin dan tepung).” Lantas beliau bersabda, “Berikan makanan tersebut padaku, padahal tadi pagi aku sudah berniat puasa.” Lalu beliau menyantap makanan tersebut. (HR. Muslim).

2. Makan Sahur

Jangan lupa untuk makan sahur, karena merupakan salah satu sunah puasa. Jika dilakukan, maka akan mendapat keberkahan dan pahala.

Namun jika tidak dikerjakan, puasanya juga tetap sah.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Saat menunaikan puasa Arafah, alangkah baiknya untuk terus menjaga diri dari hal-hal yang bersifat membatalkan puasa. Seperti makan, minum, berhubungan suami istri dan lain sebagainya.

Menghindari hal-hal yang bisa membatalkan puasa dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari atau memasuki waktu Maghrib.

4. Berbuka Puasa

Sama seperti puasa wajib dan puasa sunah lainnya, saat memasuki waktu berbuka, yakni ketika matahari terbenam dan memasuki waktu sholat Magrib, segeralah berbuka puasa.

Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu sunah puasa.

Keutamaan Puasa Arafah

Keutamaan puasa Arafah diantaranya:

• Allah akan mengampuni dosa tahun lalu dan dijaga untuk tidak melakukan dosa atau maksiat di tahun yang akan datang. “Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, ‘Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang’.” (HR Imam Muslim).

• Berdasarkan pendapat jumhur ulama, bahwa dosa-dosa yang dihapus dengan puasa Arafah ini yaitu dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka wajib baginya taubat.

• Melaksanakan Puasa Arafah juga dapat melipat-gandakan pahala kita (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *