Siapkah Kaltim Jadi Ibu Kota Indonesia?

Siapkah Kaltim Jadi Ibu Kota Indonesia?

Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara resmi jadi ibu kota Indonesia yang baru.

Kaltim Jadi Ibu Kota Indonesia, Sudah Siap?

Konten.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokosi) resmi mengumumkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur sebagai ibu kota Indonesia yang baru. Ini menunjukkan kalau Kaltim tidak dapat dipandang sebelah mata.

Lantas bagaimakah kesiapan Kaltim untuk menjadi ibu kota negara baru? Menurut berbagai sumber ada beberapa hal yang mampu membuat Kaltim jadi terbaik untuk menjadi sebuah ibu kota negara.

Secara geografis, Kaltim merupakan wilayah paling tengah dari negara Indonesia. Kaltim juga memiliki lahan luas untuk membangun sebuah ibu kota. Menurut kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sebesar 40 ribu hektar luas inti dibutuhkan untuk membangun ibu kota.

Dengan pengembangan sebesar 150 ribu hektar dan 50 persen diantaranya akan dibangun untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain itu Kaltim juga kawasan yang paling bebas dari gempa bumi. Sehingga dinilai cocok untuk menjadi ibu kota Indonesia yang baru.

Diketahui ada bencana yang akan menajdi satu ancaman bagi Kalimantan yaitu kebakaran lahan. Namun dibanding Kalimantan lain, Kaltim adalah yang paling aman dari kebakaran lantaran minim lahan gambut dan lahan kering.

Kaltim sendiri termasuk sebagai kota yang eksis dan berkembang. Sebagaimana kita tahu kalau Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara berbatasan dengan Balikpapan dan Samarinda yang akses infrastrukturnya juga bagus.

Wilayah Balikpapan dan Samarinda sendiri memiliki dua bandara internasional yaitu Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan dan bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranotodan di Samarinda. Serta ada dua pelabuhan internasional. Bahkan punya jalur tol Balikpapan-Samarinda.

Untuk situasi politik di Kaltim tergolong stabil. Berdasar data dari universitas Mulawarman, wilayah Kaltim merupakan daerah yang terbuka bagi pendatang. Tidak ada kerusuhan atau benturan atar suku dan lain-lain disana sehingga wilayah tersebut berada di titik aman.

Sementara kelengkapan infrastruktur Kaltim tergolong paling siap. Disana memiliki surplus energi listrik 250 MW yang akan dibarengi dengan rencana pengembangan pembangkit listrik 1300 MW hingga tahun 2024.

Kemudian di Kaltim kaya akan cadangan gas. Berdasar data dari Kiswana Migas Kaltim punya cadangan gas sebanyak 11.713, 9 BCF. Hal ini juga yang membuat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat hingga 5,34 %.

Di ibu kota baru nantinya akan menerapkan sitem green city. Dimana akan mengutamakan kota terpadu dengan sistem informasi, transportasi, air bersih dan pengolahan limbah yang terbaik. Sehingga mengurangi semua persoalan yang ada di DKI Jakarta.

Selain itu untuk penggunaan energi terbarukan nantinya tidak lagi ada pengunaan zat yang terbukti dalam pengaruh polusi udara yang kini mencemari DKI Jakarta. Selain itu 50 % dari 150 ribu hektar di wilayah ibu kota baru kelak akan dipenuhi dengan RTH untuk emnjaga udara di wilayah tersebut.

Untuk pembangunan gedung dipersiapkan dengan konsep green building. Dimana dengan konsep banyak RTH dan taman sehingga akan membuat wilayah tersebut juga semakin rindang dan udara di kota tersebut bagus.

Namun pembangunan dengan konsep ini tentu akan berisi resiko. Seperti kita tahu untuk pembangunan green city ini butuh Rp 469 triliun dimana 16 persen berasal dari APBN yang tidak akan mengganggu anggaran kementrian lainnya.

Sementara untuk payung hukumnya saat ini pemerintah masih berkoordinasi dengan DPR untuk menyelesaikan hal ini. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *