fbpx

Rabbani Klarifisir Iklan Viral Soal Kurban dan Kerudung

Rabbani Klarifisir Iklan Viral Soal Kurban dan Kerudung

Klarifikasi Rabbani soal iklan viral.

Klarifikasi Rabbani Terkait Iklan Viral Soal Kurban dan Kerudung

Konten.co.id – Netizen di media sosial digemparkan dengan viralnya baliho iklan Rabbani yang ada di Gerbang Tol Pasteur.

Viralnya baliho Rabbani ini menarik perhatian karena memperlihatkan kambing menggunakan hijab pink dan bertuliskan ‘Korban tu ga wajib, yg wajib tu BERHIJAB’.

Di baliho tersebut tak ketinggalan logo Rabbani yang tercantum di sampingnya. Cara brand busana muslim Rabbani ini untuk memasarkan produknya memang memiliki gaya yang berbeda dengan produk lainnya.

Beberapa iklan lainnya juga sempat viral seperti sindiran untuk Rina Nose yang pada saat itu baru saja melepas hijabnya.

Namun beredar sebuah chatting seorang warga yang memprotes baliho tersebut. Pria bernama Enjang Tedi ini mempertanyakan tentang gambar domba berhijab di baliho tersebut lewat whatsapp.

Klarifikasi RabbaniKORBAN tu ga wajib, yg wajib itu BERHIJAB[04/08 14:08] EnjangTedi_ET: Assalamu'alaikum.. Benarkah…

Posted by Enjang Tedi on Monday, August 5, 2019

“Assalamu’alaikum.. Benarkah ini iklan rabbani? Adakah Syariat BerHijab buat Domba?” katanya.

Dari pihak Rabbani yang mengtehaui hal ini langsung merespon dan mengklarifikasi hal tersebut. Dikatakannya tulisan dan gambar tersebut bertuliskan Korban bukan Qurban.

“Sebelumnya mohon maaf saya jelaskan terkait iklan diatas bahwa tulisan yang ada di bando adalah Korban bukan Qurban, sehingga memiliki pesan untuk segala sesuatu ga wajib bahkan kalau bisa tidak ada yang namanya korban. Misalnya jangan sampai ada korban seperti korban hoax, korban bencana atau korban lainnya sehingga ada korban itu todak wajib. Sedangkan yang wajib itu adalah berhijab ini sudah jelas,” katanya.

“ Sekalipun dipersepsikan sebagai Qurban, tidak ada yang bertentangan bahwa memang Qurban tidak wajib bagi setiap umat, sedangkan hijab memiliki hukum yang wajib baik bagi yang miskin ataupun yang kaya,” tambahnya.

Adapun tujuan lain, kata dia, mengangkat isu kurban ini untuk mengingatkan masyarakat untuk berkurban. “Agar bagi muslim yang mampu, karena dari response ternyata banyak juga yang faham tentang hukum kurban ini. Jangan sampai yang berkomentar hanya kritis tapi tidak berkurban padahal mampu,” ucapnya.

Ia menambahkan terkait gambar dapat pula dipersepsikan pengingat dirinya atau keluarganya belum berhijab padahal secara hukum berhijab adalah wajib. Sehingga dalam gambar ditekankan jangan sampai kalah sama hewan.

“Karena yang wajib itu untuk manusia (bahasa satir). Selain itu bisa dipertimbangkan mana yang lebih melecehkan agama antara wanita muslimah yang sudah baligh tapi tidak berhijab atau kambing yang pakai bando (yg dipersepsikan memakai hijab),” terangnya.

“Selain itu, kenapa kambing pakai kerudung karena ingin menyindir kambing saja bisa berhijab kenapa manusia tidak. Meskipun secara gambar itu bukan kerudung tapi gulungan bando. Terlebih hewan yang dipakai adalah kambing (salah satu makanan kesukaan rasulullah) yang binatang bukan najis atau haram seperti babi,” tambahnya.

Ia menerangkan sebuah amal pun bergantung dari niatnya. Pihaknya memastikan Rabbani sama sekali tidak berniat melecehkan atau mengajak kepada kemaksiatan. “Tapi justru niatan Rabbani dengan iklan ini ingin menggugah kesadaran umat untuk menghadapi idul adha,” imbuhnya.

Ia pun memastikan pemilik dan karyawan rabbani muslim sehingga tidak ada niatan untuk melecehkan pihak manapun dan tidak ada niatan untuk mengajak kepada keburukan.

“Bahkan dengan adanya iklan ini justru ingin membuka laninan komunikasi dgn umat baik itu ustadz beken yang selama ini sulit di akses dan pada ikhwanul muslimin untum bisa berkomunikasi 2 arah meskioun tidak sedikit yang menyampaikan dengan komen-komen yang pedih dan bernada sarkas,” tukasnya.

Enjang pun menyayangkanbando tersebut sebagai qurban. Karena sebelumnya ada kalimat Selamat Idul Adha.

Meski demikian ia mengaku masih terganggu dengan bando iklan tersebut. Jika Rabbani merasa benar ia mengaku akan meninggalkan produk Rabbani.

Menanggapi hal ini Direktur Penjualan dan Pemasaran Rabbani Nandang Komara angkat bicara terkait konten promosi yang sempat menghebohkan masyarakat.

“Benar iklan tersebut dibuat oleh Rabbani, tapi kami tidak ada niat melecehkan siapapun. Rabbani hanya ingin mengingatkan muslim wajib berhijab,” ujar Nandang.

Terkait tulisan “korban tu ga wajib”, Nandang mengatakan jika Rabbani lebih condong pada pendapat mayoritas ulama yang hukumnya sunah muakad dan tak wajib. “Banyaknya masukan dan kritikan kepada Rabbani akan kami jadikan evaluasi,” ujarnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video