Prediksi Ekonomi Kalimantan Pasca Jadi Ibu Kota

Prediksi Ekonomi Kalimantan Pasca Jadi Ibu Kota

Ekonomi Indonesia umumnya tidak akan berpengaruh pasca Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara jadi Ibu Kota Indonesia 2024 mendatang.

Ibu Kota Baru, Ekonomi Diprediksi Tidak Signifikan

Konten.co.id – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumumkan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai ibu kota Indonesia tahun 2024 kelak. Tapi bagaimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pemindahan ibu kota dari Jakarta ke kota di Kalimantan ini?

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahman, Selasa (27/8/2019) mengklaim pemindahan ibu kota tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut tercermin dari berbagai indikator pertumbuhan ekonomi meliputi konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah, dan ekspor dan impor. Pemindahan ibu kota hanya berdampak positif pada pertumbuhan PDB di tingkat regional Pulau Kalimantan.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, hasil analisa Indef memaparkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan tidak memberikan dampak terukur kepada pertumbuhan ekonomi nasional, yakni hanya sebesar 0,0001 persen.

Pemindahan ibu kota hanya berdampak pada PDB Kalimantan Tengah sebesar 1,77 persen dan Kalimantan Barat sebesar 0,01 persen. Sisanya, rencana ini memberikan dampak negatif kepada 32 provinsi lainnya.

Sementara itu, pemindahan ibu kota tidak memberikan dampak sama sekali kepada pertumbuhan ekonomi nasional atau 0,00 persen. Rencana ini hanya menyumbang pertumbuhan ekonomi kepada Kalimantan Timur sebesar 0,24 persen, Kalimantan Selatan dan Papua Barat masing-masing sebesar 0,01 persen. Sisa provinsi lainnya, tercatat berdampak negatif.

Terkait konsumsi rumah tangga, hasil analisa Indef memaparkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan justru menyumbang penurunan konsumsi rumah tangga nasional sebesar 0,02 persen. Rencana ini hanya mampu mengerek konsumsi rumah tangga Kalimantan Tengah sebesar 2,37 persen.

“Ini menunjukkan rencana tersebut tidak memberikan harapan baik dalam mendorong konsumsi rumah tangga secara nasional,” ujarnya.

Terkait ekspor dan impor, ternyata rencana pemindahan ibu kota juga tak berdampak signifikan terhadap kinerja ekspor-impor.

Hasil analisa Indef menyebutkan rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan menekan ekspor nasional sebesar 0,01 persen. Ekspor dari Kalimantan Tengah juga berpotensi berkurang 0,71 persen, Kalimantan Barat 0,02 persen, Kalimantan Selatan 0,02 persen, Kalimantan Utara 0,01 persen, Kalimantan Timur 0,01 persen.

Di sisi lain, kinerja impor Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat justru berpotensi melonjak masing-masing 2,11 persen dan 0,01 persen. Meski demikian, kinerja impor hampir seluruh provinsi terdampak negatif di kisaran 0,01-0,05 persen. Secara akumulasi, impor nasional berpotensi menyusut 0,01 persen. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *