fbpx

Pasca Kecelakaan, Pemkot Larang Truk Besar Masuk Tangerang

Pasca Kecelakaan, Pemkot Larang Truk Besar Masuk Tangerang

Pemkot Tangerang larang truk besar masuk kota.

Pasca Kecelakaan Maut, Pemkot Larang Truk Besar Masuk Tangerang

Konten.co.id – Pasca kecelakaan maut antara truk tanah dengan minibus hingga menewaskan empat penumpang di dalamnya, Pemerintah Kota Tangerang, mengeluarkan surat edaran yang secara tegas melarang truk tanah atau pasir melintasi ruas jalan Kota Tangerang.

Surat edaran yang telah dilayangkan pihak pemerintah kepada setiap perusahaan yang menggunakan jasa truk muatan tanah atau pasir itu, mulai berlaku per 1 Agustus 2019. Surat edaran itu juga mengacu pada Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2018 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

“Kita telah edarkan kepada pengusaha dan kontraktor proyek yang dikerjakan di seluruh ruas wilayah Kota Tangerang. Larangan ini pun menyusul adanya sebuah kecelakaan di kawasan Imam Bonjol, dan ada beberapa poin dalam edaran itu,” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah kepada Konten.co.id, Jumat (2/8/2019).

Salah satu poin dalam surat edaran itu yakni, dilarang pengangkutan tanah atau pasir atau jalanan yang berada di wilayah Kota Tangerang. Dan sebagainya hal itu, dikategorikan bagi kendaraan truk dengan jumlah berat yang dibolehkan dari 8.500 kilogram dan jenis tronton, kendaraan tempel, dan kereta gandengan.

Peraturan tersebut akan terus diberlakukan sampai ada pertanggungjawaban dan jaminan dari penyedia jasa dan kontraktor yang menggunakan jasa truk bermuatan besar.

“Petugas Dinas Perhubungan sudah kita kerahkan, dan akan ada tindakan penahanan truk bila melanggar aturan,” ujarnya.

Sementara itu dari razia yang dilakukan oleh petugas gabungan Polres Metro Tangerang Kota, dengan Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Kamis (1/8/2019) sampai hari ini telah diamankan 52 dump truk, dengan muatan tanah dan pasir yang akan mengirimkan tanah ke lokasi proyek pembangunan nasional yang ada di Tangerang seperti, JORR dan Runway 3.

“Sebelumnya, memang sudah ada Peraturan Wali kota yang mana, mengatur jam operasional. Namun, karena masih membandel, ditambah adanya kejadian kecelakaan naas itu membuat aturan itu diperketat, yang mana betul-betul tidak boleh lewat,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tangerang Andika Nugraha dihubungi lewat telepon.

Puluhan truk tersebut pun diketahui dikandangkan pada tiga lokasi yakni, Stadion Benteng, TPA Rawa Kucing, dan Terminal Poris Plawad.

“Kami sita dulu, kalau mereka (sopir) mau ambil kendaraannya, harus membuat perjanjian yang mana akan ikuti aturan dengan tonase yang tidak melebihi batas dan mengikuti jam operasional yang ada di daerah, yakni boleh melintas pada pukul 10 malam sampai lima pagi,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Kamis (1/8/2019, kecelakaan maut terjadi di kawasan Jalan Imam Bonjol, Cibodas, Tangerang. Kecelakaan yang menewaskan para penumpang itu terjadi setelah sebuah truk tanah menimpa minibus yang berisi empat penumpang yakni, Ifat atau Fatimah (40), Nanda (24), Wandi (22), dan Aisyah yang berusia 11 bulan, serta, sopir Edy (35).

Dari kejadian itu, hanya Aisyah yang berhasil diselamatkan, setelah Ifat berhasil mengeluarkan putrinya itu dari dalam mobil, sebelum akhirnya ia tewas terhimpit badan truk tanah tersebut. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video