Gelombang PHK Massal Ancam 10.000 Orang Buruh Indonesia

Gelombang PHK Massal Ancam 10.000 Orang Buruh Indonesia

Pemerintah klarifisir isu pemblokiran ponsel ilegal.

10.000 Orang Buruh di Indonesia Terancam Kena PHK Massal

Konten.co.id – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Said Iqbal menyebut, gelombang PHK massal kembali membayangi buruh di Indonesia.

Dikutip dari laman KSPI, Said Iqbal mengklaim “Hingga pertengahan tahun 2019, kurang lebih 10.000 buruh terkena ancaman PHK. Jumlah tersebut berasal dari berbagai industri, seperti industri baja, semen, elektronika, dan otomotif,” klaim Said Iqbal, dikutip dari laman KSPI, Kamis (8/8).

“Yang paling terpukul adalah industri baja, sebagai imbas masuknya baja murah dari China. Di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, misalnya, ancaman PHK sudah mulai terjadi setahun yang lalu,” lanjut Iqbal.

Iqbal menambahkan, berdasarkan informasi dari para perkerja subkon (sub kontraktor) di Krakatau Steel, banyak buruh yang sudah dirumahkan, dan terjadi pengurangan shift.

Menurut Iqbal, ancaman serupa terjadi di industri semen. “Industri semen juga terpukul. Masuknya perusahaan asing, terutama dari China yang bisa menjual dengan harga lebih murah, adalah sebabnya,” kata Iqbal.

Selain itu, di sektor manufaktur lain, seperti industri elektronik terutama dari wilayah Batam, Kepulauan Riau, juga terdapat ancaman sama. “Pabrik Foster Electronic dan Unisem sudah tutup. Ini menyebabkan ribuan buruh kehilangan pekerjaan,” ungkapnya.

Ancaman PHK lain, sebutnya, datang dari industri otomotif. “Terutama setelah Nissan mengumumkan akan melakukan pengurangan tenaga kerja. Nissan Motor Indonesia (NMI) telah membenarkan, bahwa Nissan Motor Co, induk usahanya, akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi karyawan perusahaannya di Indonesia,” lanjutnya.

Dalam hitungan KSPI, potensi PHK dari industri baja sekitar 3.000-5.000 tenaga kerja, semen 1.000-2.000 tenaga kerja, otomotif terutama dari Nissan 500-1.000 tenaga kerja, dan elektronik dari Batam sekitar 2.000 tenaga kerja. “Hitungan kasar semuanya sekitar 10.000 terancam PHK,” katanya.

Iqbal mendesak agar pemerintah melakukan langkah-langkah konkret untuk mencegah terjadinya PHK. Dia juga meminta agar kartu prakerja segera direalisasikan. KSPI berharap kartu prakerja juga dapat dipergunakan untuk para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Saya minta agar bisa dipakai untuk orang-orang yang terkena PHK agar mereka bisa bekerja kembali, apalagi banyak PHK di tahun ini. Saya minta bisa tahun depan mulai diterapkan,” katanya.

Pihak pemerintah, saat dikonfirmasi soal data-data yang disampaikan KSPI belum memberikan tanggapan. Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Perindustrian Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), John Daniel Saragih tak merespons saat dimintai penjelasan soal angka-angka PHK yang dirilis KSPI. (IGR)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *