Dua Perusahaan BUMN Jual 11 Ruas Tol

Dua Perusahaan BUMN Jual 11 Ruas Tol

Hutang miliaran membuat dua perusahaan BUMN akan jual 11 ruas jalan tol.

Punya Hutang, 11 Ruas Tol Dijual Dua Perusahaan BUMN

Konten.co.id – PT Waskita Karya Tbk dan PT PP Tbk akan BUMN akan menjual sembilan ruas tol tahun ini.

Direktur Keuangan dan Strategi Waskita Karya Haris Gunawan menyebutkan, pihaknya telah mengantongi izin dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham untuk menjual lima ruas tol yang masih berjalan.

Ia pun enggan kelima tol yang akan dijual. Hanya saja, ia memastikan tol Becakayu tidak masuk lima ruas tol tersebut.

Dia berharap lima ruas tol tersebut bisa dieksekusi pada semester kedua tahun ini. Saat ini, kata dia, sudah ada dua investor yang siap menjadi pemegang proyek rusa jalan tol tersebut. ”Kami sangat berharap mereka segera mengajukan final bidding offer. Setelah itu, kami lakukan negosiasi. Kurang lebih ada tiga tahapan lagi,” imbuhnya.

Haris menambahkan, dua investor tersebut benar-benar serius. Tidak seperti investor yang mengajukan diri sebelumnya, yang mundur karena tidak cocok dengan harga yang ditawarkan.

Nanti dana hasil divestasi itu digunakan untuk investasi di ruas tol yang baru. Hingga semester I 2019, total nilai liabilitas atau utang emiten dengan kode perdagangan WSKT tersebut mencapai Rp 103,72 triliun. Jumlah itu terdiri atas utang jangka pendek Rp 56,61 triliun dan utang jangka panjang Rp 47,1 triliun.

Menurut dia, utang tersebut tinggi karena pihaknya mengerjakan proyek dengan skema turnkey. Artinya, pembayaran dilakukan setelah proyek pembangunan rampung.

”Jakarta–Cikampek Elevated, itu pekerjaan yang dilakukan secara turnkey. Jadi, begitu proyek selesai, kami akan dibayar,” urai dia.

Hal senada dilakukan PT PP Tbk. Direktur Utama PT PP Lukman Hidayat menuturkan, pihaknya akan menjual dua ruas tol tahun ini yang berada di Medan dan Malang.

”Di Medan dan di Malang. Kami usahakan tahun ini kalau bisa dua, tapi kalau nggak bisa ya satu,” ujarnya.

Lukman menyebutkan, pihaknya menaksir bahwa pundi-pundi akan terisi sekitar Rp 400 miliar dari penjualan dua ruas tol itu ditambah dengan Pelabuhan Kuala Tanjung. Saat ini pihaknya masih membicarakan rencana penjualan itu kepada para peminat.

Untuk tol Pandaan–Malang, emiten dengan kode perdagangan PTPP tersebut tengah membicarakannya dengan PT Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas.

Pihaknya mengapresiasi jika Jasa Marga setuju. Namun, apabila tidak, PTPP akan menjual kepada pihak lain di luar Jasa Marga. ”Kami kan punya saham 35 persen. Kami akan jual 20–25 persen. Totalnya Rp 400 miliar, ini ekspektasi ya. Kalau ada tambahan itu, kami berharap punya cash flow seperti tahun-tahun sebelumnya yang positif. Tahun lalu hampir Rp 1 triliun, tahun ini minimal sama lah,” katanya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan