fbpx

Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Dibanjiri Bonus

Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Dibanjiri Bonus

Direksi dan Dewan Pengawas BPJS dipastikan akan menerima bonus dua kali lipat gajinya di tengah devisit anggaran yang masih membayangi.

Anggaran Sedang Cekak, Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Malah Dibanjiri Bonus

Konten.co.id – Jajaran Direksi dan Dewan Pengawas BPJS akan dibanjiri bonus. Padahal kondisi keuangan BPJS saat ini sedang cekak.

Berdasarkan data yang diperoleh konten.co.id, tiap tahun BPJS kerap merugi. Seperti Pada 2014, BPJS mengalami defisit Rp3,3 triliun. Kemudian pada 2015,2016, dan 2017 keuangan mereka defisit Rp5,7 triliun, 9 triliun dan Rp9, 75 triliun.

Bukannya membaik, pada 2018 defisit mencapai Rp9,1 triliun. Sementara pada 2019 defisit keuangan BPJS diproyeksi semakin memburuk yang mencapai Rp28 triliun.

Di saat kondisi keuangan perusahaan tidak sehat, namun sebaliknya dengan jajaran Direksi dan Dewan Pengawas. Mereka bisa ongkang-ongkang kaki dengan menikmati guyuran bonus berlimpah.

Pasalnya mereka akan menerima bonus dua kali gaji. Aturan itu telah disyahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang telah mengeluarkan aturan baru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 112/PMK.02/2019. Aturan ini merupakan tambahan manfaat bagi Anggota Dewan Pengawas dan Anggota Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Aturan ini merupakan pembaruan dari PMK nomor 34/PMK.02/2015 lalu. Perbedaannya, tunjangan cuti tahunan yang paling banyak 1 kali gaji menjadi dua kali gaji.

Tunjangan cuti tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 diberikan kepada anggota Dewan Pengawas dan anggota Direksi dengan ketentuan: Paling banyak 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun; Paling banyak 2 (dua) kali Gaji atau Upah. Sementara dalam peraturan sebelumnya, tunjangan cuti tahunan hanya diberikan 1 kali.

Sementara di aturan lama, tunjangan cuti tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 diberikan kepada anggota Dewan Pengawas dan anggota Direksi dengan ketentuan: Paling banyak 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun; Paling banyak 1 (satu) kali Gaji atau Upah.

Untuk informasi, BPJS ada dua yakni BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang sayangnya saat ini sedang mengalami defisit.

Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemberian manfaat tambahan dan insentif bagi anggota dewan pengawas dan direksi BPJS, termasuk BPJS Kesehatan. Pemberian bonus dilakukan sesuai dengan ketentuan administrasi.

Ia juga mengatakan bonus tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan pengelolaan keuangan perusahaan. Padahal BPJS tiap tahunnya selalu merugikan negara.(*)

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video