Dilema Gojek Operasi di Malaysia

Dilema Gojek Operasi di Malaysia

Gojek dinilai akan melecehkan martabat generasi muda Malaysia dan meningkatkan pelecehan seksual.

Gojek Operasi di Malaysia, Diterima Kabinet Ditolak Politisi

Konten.co.id – Gojek resmi diterima di Malaysia pada 21 Agustus 2019. Hal ini tentu menimbulkan polemik dan pro kontra.

Politisi Malaysia bernama Khairuddin Aman Razali menilai kalau masuknya Gojek justru jadi lambang kegagalan pemerintah dalam membuka lapangan kerja. Khairuddin menganggap bekerja sebagai driver layanan roda dua adalah pelecehan martabat generasi muda Malaysia.

Ia pun menilai kalau masuknya Gojek ke Malaysia bisa meningkatkan pelecehan seksual. Pasalnya, Gojek bakal memicu interaksi antara lelaki dan perempuan yang tidak sesuai hukum Syariah.

Gojek, kata dia, bisa meningkatkan polusi udara dan kemacetan. Dibanding menerima Gojek, Razali ingin pemerintah lebih mengembangkan transportasi umum seperti kereta cepat MRT dan LRT.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq justru menyambut Gojek dengan baik. Dia senang karena Gojek bisa membuka lapangan kerja bagi pengendara motor.

Ia pun membuat survei. Dia bertanya pada anak-anak muda Malaysia, apakah mereka setuju dengan masuknya Gojek? Ternyata 88% responden setuju dan hanya 12% yang tidak setuju.

Sementara Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad mengimbau warga supaya mengikuti pilihan mereka masing-masing. “Kalau merasa kurang aman, tidak perlu naik Gojek. Kamu punya pilihan. Kami tidak memaksa siapa pun untuk menggunakan layanan transportasi sepeda motor,” kata Mahathir seperti dikutip dari New Strait Times. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *