fbpx

Bos Taxi Malaysia Sebut Indonesia Miskin

Bos Taxi Malaysia Sebut Indonesia Miskin

Driver ojol Indonesia akan pendiri Big Blue Taxi minta maaf.

Driver Ojol Geram Bos Taxi Malaysia Sebut Indonesia Miskin

Konten.co.id – Pendiri Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail menyebut Gojek bisa berkembang di Indonesia karena tingkat kemiskinan yang tinggi.

Shamsubahrin Ismail mengungkapkan, Gojek bisa berkembang di Indonesia karena jalan raya di Indonesia yang terlalu sempit untuk kendaraan.

“Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda Malaysia bukan anak miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek,” ujarnya, Selasa (27/8/2019).

“Di Indonesia, wanita dapat memeluk driver (sebagian besar pengendara adalah pria) begitu saja tetapi bagaimana dengan Malaysia? Apakah kita ingin melihat wanita kita memeluk driver di sana-sini?” ujarnya.

Sementara itu penolakan terhadap Gojek di Malaysia berbanding terbalik dengan penerima Grab di Indonesia. Grab didirikan di Malaysia oleh Anthony Tan dan Tan Hoi Loing. Nama awal Grab adalah My Teksi.

Di Indonesia keberadaan Grab cukup diterima masyarakat dengan tangan terbuka. Grab masuk Indonesia sejak 2014 dengan menyediakan layanan taksi online. Setelah itu layanan berkembang menjadi layanan pengantaran manusia, makanan dan barang menggunakan kendaraan roda dua hingga roda empat.

Bahkan Indonesia menjadi mesin pertumbuhan terbesar kedua Grab setelah Singapura. Tinggi potensi pasar Indonesia dan baiknya penerimaan masyarakat membuat Grab akan membangun kantor pusat keduanya di Indonesia.

Sementara Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono mengaku geram dengan hal ini. Ia dan seluruh driver ojol di Indonesia sudah membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Kedubes Malaysia.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (28/8/2019), pada surat itu tertulis tuntutan klarifikasi dan permintaan maaf terbuka dari seseorang pada video itu yang diduga warga negara Malaysia bernama Shamsubahrin Ismail, pendiri perusahaan Big Blue Taxi Services.

Igun mengatakan pernyataan Shamsubahrin merupakan representasi dari merendahkan martabat profesi dan menghina masyarakat Indonesia secara umum.

Ia mengancam jika tuntutan tidak ditanggapi, dia bersama massa siap mengepung Kedubes dan Konsulat Jenderal Malaysia Indonesia, Selasa (3/9/2019).

“Jika tidak ada klarifikasi dari dubes Malaysia di Jakarta dan permohonan maaf dari bos taksi di Malaysia dalam video yang merendahkan martabat kami, maka kami driver ojek online se Indonesia akan kepung Kedubes Malaysia di Jakarta dan konjen-konjen Malaysia di seluruh NKRI,” ujar Igun. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *