BNN Grebek Penyimpanan 240 Kg Ganja di SDN Kramat Jati 02

BNN Grebek Penyimpanan 240 Kg Ganja di SDN Kramat Jati 02

Ganja disimpan dalam tabung gas nitrogen, tabung kompresor dan peti perkakas.

Di Grebek BNN,Tempat Penyimpanan 240 Kg Ganja di SDN Kramat Jati 02

Konten.co.id – Warga Jalan Batu, Kramat Jati dihebohkan dengan adanya penggrebekan Badan Narkotika Nasional (BNN) terhadap enam kurir dan dan tempat penyimpanan narkoba jenis ganja di halaman SDN Kramat Jati 02, Kamis (8/8/2019) petang.

Narkoba jenis ganja itu disimpan kurir di dalam tabung gas nitrogen, tabung kompresor, dan peti perkakas yang diletakkan di halaman SD Negeri 02 Kramat Jati, Jakarta Timur.

Deputi Pemberantasan BNN pusat, Irjen Arman Depari mengatakan awalnya, petugas mendapatkan informasi ada penyimpanan ganja di kawasan Kramat Jati.

Arman menjelaskan, awalnya para kurir itu membawa ganja dari Aceh melalui jalur darat menggunakan truk berisi sayur dan jengkol tujuan Pasar Induk Kramat Jati. Untuk mengelabui aparat, para pelaku memasukkan ganja ke dalam perkakas bengkel, yakni sebelas tabung kompresor, beberapa tabung nitrogen, dan peti-peti besi.

Setelah menurunkan sayuran di Pasar Induk Kramat Jati, truk kemudian dibawa ke kawasan Kalimalang. Setelah itu, para kurir dijemput menggunakan mobil pick up lalu membawa perkakas bengkel itu ke SDN 02 Kramat Jati, Jakarta Timur. Rencananya, perkakas bengkel itu akan disimpan di dalam kontrakan kurir yang berada di belakang sekolah.

Karena jalanan ke kontrakan sempit, mereka membawa satu persatu alat perkakas itu menggunakan gerobak.

Sementara Andri (38), bercerita, awalnya para kurir yang ditangkap itu izin menitip perlengkapan bengkel yakni, yakni tabung kompresor, tabung nitrogen, dan peti-peti besi di halaman sekolahnya.

Menurut pengakuan kurir yang menitipkan perlengkapan bengkel saat itu, mereka menitipkan barangnya karena hendak pindahan rumah. “Mereka bilang mau pindahan dan mau titip barang di sini. Pas saya tanya barangnya diinapkan atau tidak, katanya tidak, cuma sebentar doang,” kata Andri di Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2019).

Ia pun memberi izin untuk manyimpan peralatan bengkel mereka karena dipikirnya barang itu hanya dititip sebentar. Apalagi, salah satu di antara mereka juga sudah dikenalnya. “Yang satu orang kurirnya memang warga sini saya sering liat di kawasan ini makanya saya berani ngizinin,” ucapnya.

Namun aksi para kurir itu diikuti petugas hingga akhirnya digrebek di kontrakan. Para kurir yang menurunkan muatan barangnya sekitar pukul 15.00 WIB dikejutkan dengan kedatangan petugas.

Saat digerebek, para kurir sempat mengelabui petugas seolah-olah ingin membuka usaha bengkel di kawasan Sekolah SDN 02 Kramat Jati.

Pihaknya mengaku curiga lantaran peralatan bengkel tidak berfungsi dengan baik. Sebab peralatan bengkel itu sudah tampak tua dan enteng tak berisi gas. Petugas kemudian membongkar salah satu tabung kompresornya dan terbukti di dalam berisi ganja yang dibungkus.

Petugas yang sempat kesulitan membuka tabung kompresor karena minimnya peralatan. Akhirnya, BNN meminta bantuan petugas Pemadan Kebakaran (Damkar)Jakarta Timur untuk membongkar seluruh peralatan tersebut. Para petugas membuka satu per satu tabung kompresor dengan peralatan milik mereka.

Kepala Pleton Pemadam Kebakaran Sektor 9 Kecamatan Cipayung Renggo Widyanto mengaku, petugas kesulitan ketika membuka tabung. Sebab mereka harus berhati-hati agar barang bukti ganja itu tidak hancur.

Dari tangan pelaku ada 240 bungkus seberat 240 kilogram ganja. Dari pelaku, Arman mengatakan, mereka dikendalikan narapidana Lapas Kelas 1 Kesambi Cirebon.

Dibawa dengan jalur darat r encananya, ganja itu akan diedarkan ke berbagai wilayah, khususnya di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pihaknya akan mendalami peran enam kurir yang ditangkap. “Nanti akan diperiksa apa peran dan kerja mereka, apakah terlibat atau membatu salah satu sindikat berperan dalam peredaran narkoba jenis ganja ini,” ujar Arman.

Menurut dia, pemilik gudang penyimpanan ganja ini juga merupakan mantan napi yang pernah dihukum kurang lebih empat tahun karena kasus narkoba. “Ini pemilik baru saja keluar, yang bersangkutan bukan hanya sekali melakukan, beberapa waktu lalu pernah terlibat dan divonis dan jalani hukuman,” kata Arman.

Pihaknya mengaku akan menuntaskan kasus ini. Melihat banyaknya barang bukti, para tersangka terancam hukuman mati. “Kalau ancaman hukuman, karena ini kepemilikan dan transportasi yang cukup banyak, ancaman hukumannya hukuman mati,” ujarnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *