Blokir Internet Papua, 20 Organisasi Gugat Menkominfo

Blokir Internet Papua, 20 Organisasi Gugat Menkominfo

Pemblokiran internet Papua sudah terjadi sejak pekan lalu.

Internet Papua Diblokir, Menkominfo Kena Gugat 20 Organisasi

Konten.co.id – Sebanyak 20 organisasi dan lembaga memberikan teguran dan gugatan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara lantaran masih memblokir akses internet Papua dan Papua Barat.

Lembaga tersebut adalah Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers) Jakarta, Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Amnesty International Indonesia, Yayasan Pusaka, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Greenpeace, Perkumpulan Jubi, Lembaga Studi & Advokasi Masyarakat (ELSAM) serta Organisasi Masyarakat Sipil.

Penyerahan teguran juga diikuti oleh, Yayasan Satu Keadilan, Federasi Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Federasi KontraS), VIVAT Indonesia, Asia Justice and Rights (AJAR), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Yayasan Perlindungan Insani Indonesia (YPII), Perkumpulan Pengacara HAM (PAHAM) Papua, GARDA-P (gerakan Rakyat Demokratik Papua), FIM-WP (Forum Independen Mahasiswa West Papua).

Teguran akan diterima langsung oleh Menkominfo Rudiantara. “Bertemu Menkominfo langsung. Karena sudah tujuh hari dipadamkan internet,” ujar Direktur Eksekutif South East Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Damar Juniarto seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (26/8/2019).

Namun hingga berita ini diturunkan Rudiantara belum memberikan konfirmasi terkait teguran tersebut.

Diketahui pemerintah memblokir akses internet di Papua dan Papua Barat sejak Rabu (21/8/2019). Rudiantara menjelaskan kebijakan tersebut untuk menangkal kabar palsu atau berita hoax.

“Di dunia nyata itu lebih kondusif artinya di jalanan (sudah) tidak ada yang demo dan sebagainya. Tapi berlainan di dunia maya justru makin banyak yang namanya hoax. Hoax itu macam-macam, hoax itu berita bohong masih mending. Tapi hoax yang sudah memprovokasi bahkan ada yang mengadu domba,” kata Rudiantara.

Kondisi Papua sendiri memanas lantaran penyerangan sekelompok orang ke asmara mahasiswa Papua di Surabaya. Berdasarkan keterangan Kepolisian setempat ada informasi bahwa mahasiswa tersebut menolak untuk mengibarkan bendera merah putih. Aksi penyerangan ini memicu aksi demonstrasi massa di Papua dan Papua Barat. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *