fbpx

40 Orang Terjaring Operasi Yustisi di kota Bandung

40 Orang Terjaring Operasi Yustisi di kota Bandung

Mantan Bupati Garut Aceng Fikri terjaring operasi yustisi karena alamat KTP beda dengan istrinya.

Tegakkan Perda, Satpol PP Amankan 40 Orang dalam Operasi Yustisi

Konten.co.id – Sebanyak 40 orang pria dan wanita terjaring razia yustisi yang dilakukan Satpol PP Kota Bandung bersama instansi terkait, Kamis (22/8/2019) malam.

Mereka diamankan dari beberapa hotel di Kota Bandung. Selain mengamankan puluhan orang, Satpol PP juga berhasil menyita puluhan botol minum beralkohol di salah satu kios di Lengkong, Kota Bandung.

“Kami melakukan operasi yustisi dan penindakan terhadap minuman beralkohol,” ujar Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kota Bandung, Mujahid Syuhada kepada awak media, Kamis (22/8/2019).

Mujahid mengatakan razia ini sebagai bentuk penegakan Perda 11 Tahun 2005 tentang pelaksanaan K3 (ketertiban, kebersihan dan keindahan) serta Perda 10 Tahun 2011 tentang minuman beralkohol.

Salah seorang yang dirazia adalah mantan Bupati Garut Aceng Fikri. Ia bersama istrinya terjaring operasi lantaran KTP mereka masih berbeda alamat. “Kami amankan karena identitas yang berbeda. Kami tidak periksa di tempat tapi di bawa ke kantor untuk dimintai keterangan,” terang Mujahid.

Sementara itu Aceng menceritakan kalau ia menginap di hotel tersebut lantaran ingin mencabut gigi di salah satu dokter gigi di Jalan Soebroto (Gatsu).

“Jadi kebetulan saya menginap di hotel. Besok pagi jam 08.00 WIB sudah janjian dengan dokter gigi di Jl Gatot Subroto. Saya menginap dengan istri saya. Kalau ditanya, ini siapa? Ya istri saya, mana buktinya? Ini foto-foto pernikahan kami, akad kami, jadi supaya tidak salah paham,” kata Aceng Fikri di halaman Kantor Satpol PP Kota Bandung, Jumat (23/8/2019) dini hari.

Aceng menjelaskan, karena usia pernikahan masih dua bulan dan dirinya masih sibuk dalam dunia politik, maka proses administrasi semisal KTP masih dalam tahap kepengurusan.

Tiba di Kantor Satpol PP, Aceng Fikri menunjukkan bukti pernikahan dan buku nikahnya kepada pihak Satpol PP. “Ini satu-satunya istri saya. Saya hanya bersikap kooperatif, yang benar adalah benar, makanya saya tidak takut dengan siapapun karena saya tidak salah,” katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Aceng Fikri pun dapat membuktikan bahwa wanita tersebut adalah istrinya yang sah melalui sejumlah bukti-bukti yang dimilikinya. Ia pun diizinkan pulang pada Jumat (23/8/2019) pukul 00.30 WIB. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *