fbpx

Zona Mati di Amerika Meluas, Ancaman Peradaban Manusia?

Zona Mati di Amerika Meluas, Ancaman Peradaban Manusia?

Luasan Zona Mati di Teluk Meksiko, Amerika Serikat, mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Zona Mati di Teluk Meksiko Meluas, ‘Kiamat’ Semakin Dekat?

Konten.co.id – Para ilmuwan Amerika memperkirakan keadaan suatu daerah yang dikenal sebagai “zona mati” di Teluk Meksiko akan memburuk beberapa bulan lagi.

The National Oceanic and Atmospheric Administration NOAA memperkirakan zona mati di Teluk Meksiko akan mencapai hampir 20.300 kilometer per segi, atau mendekati rekor yang ditetapkan pada tahun 2017.

Para ilmuwan mengatakan limpasan polusi nutrisi dari pertanian merupakan masalah utama. Banjir hebat di Midwest menimbulkan dampak ke selatan, hingga ke Sungai Mississippi, hingga ke Teluk Meksiko.

“Air itu keluar dan menstimulasi tumbuhnya ganggang. Sinar matahari masuk. Ganggang akan mendapat sinar matahari itu dan mulai tumbuh, menghasilkan biomassa yang sangat banyak. Ganggang akan melakukan apa yang sedianya dilakukannya. Ganggang akan hidup dan mati, kemudian tenggelam hingga ke dasar,” ujar Steve DiMarco di Texas A&M University Oceanographer.

Bakteri yang memakan ganggang yang mati itu menghirup oksigen dan menghembuskan karbon dioksida. Begitu oksigen dalam air garam habis, lapisan air tawar di atasnya tidak memungkinkan oksigan dari atmosfir menembus air garam.

Hal ini menimbulkan zona mati yang menimbulkan dampak tidak hanya pada tingkat oksigen di dalam air garam, tetapi juga kehidupan laut di kawasan itu, termasuk udang. “Jika mereka bisa pindah, mereka akan pindah ke daerah lain dan mungkin tidak terlalu suka di daerah baru itu,” tambahnya.

Zona mati itu diyakini terbentuk karena polusi nutrisi akibat kegiatan manusia dan dapat membunuh ikan serta kehidupan laut lainnya. Hal ini mengkhawatirkan, terutama bagi orang-orang yang mencari nafkah di perairan di Teluk Meksiko.

Tuan Tran salah satu pencari udang mengatakan, zona mati di Teluk Meksiko ini bukan soal mencari nafkah, tetapi sebuah petualangan.

“Saya selalu berhasrat untuk menangkap udang. Saya selalu mencintai Teluk ini. Sebagian alasan yang membuat saya melakukan hal ini karena saya merasa inilah tempat bagi saya,” ujarnya.

Keluarga Tran sudah gemar memancing sejak di Vietnam, sebelum melakukan migrasi ke Port Arthur, Texas, pasca jatuhnya Saigon. Tran sudah memancing sejak masih kanak-kanak, dan ia mengatakan adanya perkiraan bahwa luas kawasan zona mati di Teluk Meksiko akan memburuk, merupakan hal yang meresahkan.

Tran pun kini mengandalkan keyakinannya untuk tetap bertahan hidup. “Kita hanya bisa melakukan hal ini dan meminta restuNya. Ia yang akan menentukan kelak. Jika saya khawatir seperti Trey tentang JBS ini, saya tidak dapat tidur,” imbuhnya.

Sementara Trey Pearson mengelola bisnis pemrosesan udang yang disebut “JBS Packing” di Port Arthur, Texas. “Saya sangat prihatin tentang apa yang sebenarnya akan terjadi dan seberapa buruk hal itu. Kami memahami bahwa hal ini akan menjadi sangat besar tahun ini,” kata Trey.

Saat ini Steve dan Tran hanya dapat menanti seberapa buruk zona mati yang akan terbentuk ini. Tapi Tran yakin Tuhan akan menolong mereka. “Dia (Tuhan.red) selalu menolong kita di saat-saat sulit,” tandas Tran. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video