Warga Keluhkan Keberadaan 200 Pencari Suaka di Kantor UNHCR

Warga Keluhkan Keberadaan 200 Pencari Suaka di Kantor UNHCR

Pengungsi dari berbagai negara yang ada di sekitar Kebon Sirih buat tempat itu jadi kumuh

Warga Kebon Sirih Keluhkan Keberadaan 200 Pencari Suaka di Depan UNHCR

Konten.co.id – Pengungsi dari berbagai negara mencari suaka baru di Indonesia. Mereka berasal dari Somalia, Sudan, Yaman, dan Afganistan.

Mereka terlihat membangun tenda-tenda dan meminta tempat tinggal serta suplai makanan di sekitar Gedung Menara Ravindo, Kebon Sirih, Jakarta Pusat tepatnya di Kantor Badan PBB Untuk Pengungsi (UNHCR).

Akibatnya warga pun mengeluh dengan kehadiran mereka. Mereka dianggap membuat lingkungan di kawasan “ring 1” itu menjadi kumuh.

Hal ini, lanjutnya, sejak keberadaan pencari suaka, sampah liar menumpuk. Bahkan para pengungsi tersebut tidur di sembarang tempat yang mengganggu aktivitas warga.

“Mereka semau-maunya saja duduk-duduk dan tidur di trotoar,” kata Apta Warga Kebon Sirih, Rabu (3/7/2019) malam.

“Persis seperti di perkemahan saja kalau malam,” ujar dia.

Ia menjelaskan, para pencari suaka itu mulai mendirikan tenda di trotoar jalan yang padat arus lalu-lintasnya itu sekitar pukul 21.00 WIB.

Sementara Edo, warga Kebon Sirih, mengatakan keberadaan pencari suaka membuat pejalan kaki yang melintas di trotoar seberang gedung Menara Ravindo atau di depan masjid Kementerian BUMN enggan untuk melintas di kerumunan yang jumlahnya sekitar 200 lebih.

Sementara ada empat orang anggota Satpol PP tampak berjaga di sekitar gedung tersebut, namun tak ada langkah pengamanan khusus tertentu. Satu unit mobil satuan tersebut juga tampak terparkir di sana.

Pihak Satpol PP menegaskan akan mengembalikan para pencari suaka ke Kalideres, yakni tempat mereka sebelum berpindah ke trotoar di Jalan Kebon Sirih. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *