Transjakarta Bantah 300 Bangkai Bis di Bogor Miliknya. Lalu?

Transjakarta Bantah 300 Bangkai Bis di Bogor Miliknya. Lalu?

Misteri pemilik 300 bangkai bis berlogo Transjakarta.

Transjakarta Bantah 300 Bangkai Bis di Bogor Miliknya. Lalu Milik Siapa?

Konten.co.id – Sebanyak 300 bus berlabel Transjakarta terbengkalai di Dramaga, Kabupaten Bogor.

Camat Dramaga Adi Henriyana mengatakan, bus tersebut merupakan aset milik perusahaan bernama PT Adi Teknik Ecopindo. Berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga, perusahaan itu dinyatakan pailit.

Hal itu terbukti dengan adanya pemberitahuan yang ditempel di depan kaca bus bertuliskan “Budel Pailit PT. Putera Adi Karyajaya (Dalam Pailit) sesuai putusan perkara no.21/PDT.SUS-Pailit/2018/PN. Niaga.jkt.pst, tertanggal 20 September 2018 dalam pengawasan kurator dan pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat”.

“Jadi balasannya seperti itu, akan tetapi ini bukan suatu usaha hanya sebatas penyimpanan aset dari salah satu PT yang pailit dan sekarang dikuasakan kepada kurator Lumbang Tobing cs,” ujarnya, Senin (29/7/2019)

Pada awalnya, jumlah bus tersebut hanya 104 unit namun bertambah menjadi 300 unit. Keberadaan bus diketahui dari laporan warga sekitar soal adanya penyimpanan bus Transjakarta di wilayah mereka. Atas hal ini, pihaknya langsung melakukan survei ke lokasi. Namun, tidak ditemukan penanggung jawab, yang ada hanya penjaga lahan.

Sementara untuk kondisi busnya rata-rata masih ada mesin yang hidup tetapi dalam kondisi bodi rusak. Adi menyebut, PT tersebut tidak perlu melakukan proses perizinan lantaran pemilik lahan merupakan bagian relasi dari kurator tersebut. Bus-bus itu disimpan di sana sebagai aset.

“Surat yang disampaikan kepada kami, mereka ini tidak perlu melakukan proses perizinan. Hanya sebagai tempat penyimpanan barang-barang atau aset sebuah perusahaan yang dinyatakan pailit dan kebetulan pemilik lahan ini merupakan relasi dari kurator tersebut,” ujarnya.

Sementara Kepala Humas Transjakarta Wibowo membantah bahwa ratusan bus tidak terpakai di kawasan Dramaga maupun yang berada Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) Ciputat milik mereka. “Itu bukan milik Transjakarta. Bukan TransJakarta, sudah dipastikan. Saya enggak tahu milik siapa yang pasti itu bukan milik Transjakarta,” ujar Bowo. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *