fbpx

Sering Bolos Ikut Lomba, Juara Dunia Karate Tinggal Kelas

Sering Bolos Ikut Lomba, Juara Dunia Karate Tinggal Kelas

Sering ikut lomba, bocah juara dunia karate ini tidak naik kelas.

Tragis, Juara Dunia Karate Ini Tinggal Kelas Gegara Sering Ikut Lomba

Konten.co.id – Miris. Itulah yang dialami Arya Muddatzir (14). Siswa kelas dua SMP Negeri 3 Polewali Kabupaten Polewali Mandar.

Meski ia berprestasi menjuarai lomba karate tingkat internasional, namun prestasinya mengharumkan nama bangsa dan tentu Provinsi Sulbar tak sebanding dengan statistik nilai di sekolah. Ia dinyatakan tidak naik kelas akibat ketinggalan mata pelajaran karena sering mengikuti lomba.

Padahal ia dan federasi sudah meminta izin kepada pihak sekolah.DPRD Polman dan Dindik Polman akan menyelesaikan masalah ini dengan pihak sekolah. Arya mengaku terakhir kali juara pada Kejurnas di Surabaya beberapa waktu lalu.

Orang tua Arya Muddatzir, Armansyah sendiri mengatakan sangat menyayangkan keputusan sekokah. Sebab, selama ini anaknya tertinggal mata pelajarannya karena mengikuti berbagai lomba karate, bukan karena sengaja absen di kelas.

Ia mengaku kecewa dan prihatin dengan kondisi anaknya karena pasca kejadian itu kini depresi. Hal itu berpengaruh terhadap kondisi psikologis anaknya, diantaranya Arya jadi tidak ingin bersekolah pun latihan karate padahal berbagai lomba akan diikutinya.

“Dalam jangka sebulan ini Arya akan mengikuti ajang Olimpiade Siswa Nasional (OSN) dan Arya mewakili Provinsi Sulbar. Kami khawatir Arya juga tidak bisa memberikan sumbangsih dengan apa yang ia bisa,” katanya, Rabu (10/7/2019).

“OSN sendiri dijadikan Arya untuk melaju ke tingkat Internasional,” tambahnya.

Ia pun mengaku sangat kaget lantaran baru diberi tahu kalau Arya tinggal kelas pada saat Kejurnas di Surabaya. Ia pun langsung menemui kepala sekolah SMPN 3 Polman untuk menanyakan dan mengetahui hal tersebut.

Agar Arya juga bisa fokus ke kompetisi selanjutnya. “Beliau bilang kalau anak kami ada kekurangan dibidang akademik dan lain-lain,” katanya.

Sementara itu dalam membagi waktu belajar, Arya sendiri punya waktu khusus yaitu setiap habis magrib sampai isya. Atau sekitar pukul 18.30 WITA sampai 19.20 WITA. Untuk latihannya sendiri diatur tiga kali sehari.

Sementara perbandingan waktu keberadaan Arya di sekolah dan di pertandingan adalah 60 : 40. Dimana diantara pertandingan yang diijinkan sekolah ada beberapa pertandingan yang orang tua juga ikut meminta izin ke sekolah.

Bahkan Federasi Olahraga Karate Indonesia (Forki) juga ikut membantu dalam urusan ijin ke sekolah. Ia pun menyayangkan keberadaan Dispora Polman yang masih kurang perhatian dalam hal ini untuk membantu ijin atau saat ini mengurusi bantuan masalah ini.

“Saya rasa masih kurang ya. Kedepannya kami ingin menjali kerja sama kembali anak kami dengan pihak sekolah dan kami masih berharap Arya masih bisa bersekolah disana,” katanya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *