Satgas Anti Teroris TNI Dibacok dan Diteriaki ‘Anjing’ di Poso

Satgas Anti Teroris TNI Dibacok dan Diteriaki ‘Anjing’ di Poso

Anggota TNI tersebut terluka parah di kepala.

Di Poso, Anggota Satgas Anti Teroris TNI Dibacok dan Diteriaki ‘Anjing’

Konten.co.id – Seorang Anggota Tim Cakra 13 Satgas Tinombala Yonif 514/Raider–pasukan pengejar kelompok teroris, Pratu Fernando Mandumi terluka parah dibacok parang oleh pemuda Dusun 3, Desa Kayuboko, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, sekitar pukul 20.15 WITA, Minggu (7/7).

Berdasarkan informasi pada Senin (8/7), insiden tersebut menyebabkan Fernando luka parah di kepala bagian belakang dan punggung bagian kiri.

Kejadian ini berawal ketika para pemuda di dusun tersebut meneriakkan “anjing” kepada pengendara dan penumpang motor yang melintas di depan mereka. Yang diteriaki adalah rekan Fernando, Pratu Carli; dan bersama Farhan, warga Dusun Air Panas.

Carli dan Farhan tak membalas, hanya menceritakan soal teriakan itu ke Fernando.

Pada pukul 20.15 WITA, Fernando bersama Jan, warga Dusun Air Panas, berboncengan motor menuju Desa Kayuboko dan berhenti di tempat berkumpulnya pemuda dan langsung menanyakan siapa yang berteriak “anjing” ke temannya.

Karena tidak ada yang merespons, Fernando lantas menendang seorang pemuda berinisial U di bagian lengan kanan. Setelah itu, Fernando kembali ke pos dengan berjalan kaki.

Baru berjalan kurang lebih 50 meter, tiba-tiba Fernando dikejar oleh I, E, dan R dengan menggunakan motor. Salah satu dari ketiganya membacok Fernando dengan parang hingga Fernando terluka.

Karena melihat semakin banyak yang mengejar dirinya, Fernando meminta Jan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada anggota di pos–sembari ia berusaha tetap lari ke pos.

Fernando tiba di pos, lalu bersama beberapa orang rekannya, ia kembali lagi ke Desa Kayuboko. Mereka mengeluarkan empat kali tembakan peringatan.

“Pukul 20.30 WITA, Ato, warga Air Panas mendatangi Pratu Fernando untuk membujuk Pratu Fernando agar mau dibawa ke rumah sakit untuk diobati dan yang bersangkutan bersedia dibawa ke rumah sakit,” ujar seorang sumber dari Satgas Tinombala.

Untuk meredam dampak dari insiden aksi pembacokan tersebut, Dansatgas Tinombala Kolonel If. Dodi, Wakasatgas Tinombala AKBP Roni, Mayor Ari Yuda, bersama Pelda Nyoman Arnaya, Sertu Irfan, dan Unit Intel Dim Sertu Arman, berangkat menuju lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi kejadian, mereka langsung memberikan imbauan kepada warga agar secara terbuka menyampaikan di mana para pelaku penganiayaan berada.

Akhirnya, tiga pemuda yakni R, Y, dan D, dibawa ke Polres Parimo untuk dimintai keterangan.

Saat ini, kejadian pembacokan Fernando masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian dan Tim Tinombala 2019.(*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *