Saran Teman Gigi Berlubang Ditetesi Minyak Rem, Akhirnya Meninggal

Saran Teman Gigi Berlubang Ditetesi Minyak Rem, Akhirnya Meninggal

Seorang bocah meninggal karena meneteskan minyak rem pada giginya yang berlubang.

Saran Teman Gigi Berlubang Ditetesi Minyak Rem, Bocah 14 Tahun Meninggal

Konten.co.id – Namanya orang sakit pastilah harus pergi memeriksakan diri ke dokter. Hal ini supaya pasien segera mendapatkan penanganan medis agar sakitnya sembuh. Jangan sekali-kali sok tahu akan pengobatan sebuah penyakit, bisa fatal akibatnya.

Hal ini terjadi di Samarinda. Dikutip dari akun twitter @Safirawwww, Rabu (31/7/2019), “Baik. Saatnya mode serius. Sini yang kasih saran kalo sakit gigi dikasih minyak ini itu, maju. Sini yang kasih saran sakit gigi patutnya diobati pake segenap benda2 ajaib, maju. Sini yang blg “alaahhh sakit gigi doang… jauh dari nyawa…” Kasus kaya gini ga sekali-dua kali.”

Pemilik akun tersebut memposting sebuah curhatan dari seorang dokter Sp Pd dari Kutai Barat Rizki Maulidya Putri. Didalam curhatannya, Rizki mengaku merawat pasien THT berusia 14 tahun. Sang pasien datang bersama orang tuanya dengan keluhan lehernya bengkak.

Setelah diperiksa diketahui sang pasien mengalami abses parafaring. “Ternyata orang tua mencari port d’entry nya,” katanya.

Ternyata, sang anak mengalami sakit gigi dan ada giginya yang berlubang. Lalu masalah pun terjadi ketika teman dari sang anak bukannya menyarankan ke dokter justru malah memintanya untuk meneteskan minyak rem pada gigi yang sakit tersebut.

“Iya minyak rem motor ditempat gigi yang berlubang itu. Directly alias tetes ditempat scr tunai. Namanya masih 14 th masih lugu. Ga pikir panjang atau memang ga ingin merepotkan orang tuanya karena harus berobat dan sebagainya,” ucapnya.

Setelah pemeriksaan, sang anak pun langsung disiapkan untuk operasi. Namun ternyata si anak justru tambah sesak. “konsul lah beliau (orang tua pasien) ke ipd, kuperiksa, kok ada murmur, kok ada ronkhi, liat foto rontgen kok ada bercak-bercak, pasien juga mulai demam,” katanya.

“Saranku ekg segera. Ternyata ada tanda-tanda ke Perikartidis. Aduh jangan-jangan absesnya sudah jalan nih ke mediastinum,” tambahnya.

Akhirnya, ia pun mengajak keluarga pasien untuk berdiskusi karena penanganannya harus lengkap. Karena harus CT scan dan tim dokter jantung, bedah TKV paru-paru dan lain-lain.

Saat itu, pasien pun langsung dibawa ke salah satu rumah sakit di Samarinda dan ia pun dikabari oleh rekannya di rumah sakit tersebut. Ternyata apa yang diduga Rizki jadi kenyataan.

Setelah melakukan serangkaian tes ternyata sang anak sudah parah. Bahkan paru-parunya sudah mengeluarkan banyak nanah. “Ternyata benar telah terjadi mediastinitis dan empyema paru. Sempat terjadi operasi kedua oleh kolaborasi dokter BTKV-THT. Katanya pus (nanah) banyak sekali dan terus berproduksi,” terangnya.

Setelah itu, ia yang jarang mendengar kabar pasien tersebut akhirnya mengetahui kalau sang pasien telah meninggal dunia. Rizki pun mengaku geram dengan tindakan kawan dari sang pasien tersebut.

“Entah bagaimana hati si pemberi saran minyak rem tadi. Mungkin anda becanda mungkin juga anda serius. Tapi yang jelas anda mencelakakan orang lain. Inalillahi wa innailaihi roji’un,” tukasnya.

Hal ini pun mendapat respon netizen. Sebagian besar memberi empati karena kejadian tersebut.

“Tolong kalau sakit gigi atau yg lain2 segera ke medis Gw pernah dapet pasien sakit gigi udah parah banget, gw tanya kenapa nggak segera dibawa ke dokter katanya disuruh pake ini itu, ke dukun, dll sma keluarga Beliau sudah parah infeksinya menyebar kemana2 bahkan dirawat di ICU” kata akun @dntmessupmytmpo.

“Sakit gigi gk bisa dibuat mainan, bude gue meninggal gara gara sakit gigi. Makanya emak gue kalo sakit gigi langsung gua beliin obat gk pake babibu” ucap akun @yourshinb.

Sementara pemilik akun @afrkml menilai hal buruk tersebut terjadi karena masih banyak masyarakat yang tabu dengan masalah penyakit yang selalu dikaitkan dengan obat herbal dan lain-lain.

“Mau komen dok, muaranya hal seperti ini adalah, akibat sok taunya masyarakat dan anti-medisnya masyarakat. Mengagung2kan ramuan dan obat2an yg katanya ngefek padahal blm ada bukti empiris. Vaksin vs madu lah Luka bakar vs odol lah RJP vs pukul2in siku lah” tukasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *