Refleksi Bernegara di Negeri Antah-berantah

Refleksi Bernegara di Negeri Antah-berantah

Refleksi bernegara kita, di mata mereka; rakyat negeri antah berantah.

Sebenarnya, yang Butuh Negara Itu Siapa? Rakyat, atau Penguasa?

Konten.co.id – Rakyat tidak butuh negara. Yang butuh negara itu ya penguasa. Penguasa lalim. Kalau negara sudah tidak lagi bikin rakyat sejahtera, lalu kenapa musti dilanggengkan ? mungkin banyak diantara kita, yang memiliki pandangan demikian.

Kekecewaan terhadap bertubi-tubinya masalah berbangsa dan bernegara yang datang silih berganti, dan seolah tak kunjung usai, menjadi sebabnya.

Di mata mereka, individu itu merdeka. Individu cerdas – merdeka – adil – sejahtera dan beradablah yang semestinya meletakkan dasar, pondasi serta konsensus bagaimana seharusnya bernegara; Negara yang menghantarkan rakyatnya menjadi sejahtera.

Antitesa dari negara yang menghamba pada pasar dan kehendak modal. Negara yang memihak pada kemanusiaan, serta memfasilitasi hak-hak hidup rakyatnya.

Bukan Negara yang hanya paham bagaimana memungut kewajiban rakyatnya, tapi lantas melupakan hak-hak mereka.

Seperti misal, kenapa kita tidak boleh mempertanyakan apa yang sudah negara berikan untuk rakyatnya ?

Mereka bilang, setiap hari batok kepala kita disumpal jargon nasionalisme murtad dan konyol macam “…… Tapi tanyakan, apa yang sudah kamu berikan untuk negara ?”.

Padahal…. Setiap kita sudah memberikan segalanya buat negara. “Cukai rokok saja itu sudah merupakan bukti bahwa kita memang sudah memberi, pada Negara,” ujar mereka.

“Kita pakai baju saja itu sudah sumbangsih pada negara. Kita pakai sepatu, kita pakai tas, kita beli buku, kita beli apapun, ya itu sumbangsih kita buat negara. Mana ada komoditi yang tidak dipungut pajaknya oleh negara ?,” tambah mereka.

“Kewajiban warga negara itu apa sih ? Bayar pajak? Sudah. Hafal pancasila ? Sudah. Taat pada uud ? Sudah. Ikut pemilu ? Sudah. Blajar P4? Sudah. Cinta negara ? Buruh kecil tidak usah ditanya soal itu; bisa kabur kemana sih, mereka?,” begitu katanya.

Lalu haknya mana ? “Jangankan diberi, dikasih pendidikan soal apa hak-hak warga negara saja tidak. Dibikin sehat sama negara saja tidak,” jawab mereka lugas.

Apa kabar subsidi pendidikan? Apa kabar pendidikan gratis berkualitas? Apa kabar kesehatan gratis berkualitas? “Malah untuk sehat saja, rakyat ditarik pula duitnya; iuran bpjs, katanya. Untuk itu, direkturnya saja bergaji 350jt perbulan atau berapa, entahlah,” keluh mereka.

Negara dengan sistem yang memeras keringat rakyatnya. “Negara dan penyelenggaranya sudah manunggal dalam kesesatan yang nyata. Sudah begitu, korup juga. Negara ini sudah jadi milik cukong, milik penguasa, yang penampilannya saja keren; isi kepalanya barbar,” pungkas mereka.

Itu kata mereka. Lalu, mereka itu siapa sih? Ya bisa saja saya, dan atau orang-orang seperti saya. Atau bisa juga anda, dan orang-orang seperti anda.

Rakyat di negeri antah-berantah, entah di mana. Negara penuh peluh, keluh bahkan darah.

Negara segudang masalah, zonder solusi. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan