fbpx

Qomar Jadi Rektor Tanpa Tes

Qomar Jadi Rektor Tanpa Tes

Semua file yang dijadikan bukti kemungkinan palsu

Kok Bisa Qomar Jadi Rektor Tanpa Tes?

Konten.co.id – Penahanan Nurul Qomar atau Qomar 4 Sekawan ditangguhkan. Sebelumnya ia ditahan di Mapolres Brebes karena dituduh memalsukan ijazah S2 dan S3, untuk mendaftarkan diri sebagai rektor di Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Padahal ia mengaku ia tidak pernah melamar menjadi rektor UMUS. Justru ia diajak oleh seorang rekannya.

“Saya diminta bukan melamar, dipinang (jadi Rektor UMUS). Pertemuan sekali, dua kali, tiga kali bertemu dengan ketua Yayasan pak Haji Muhadi Setiabudi, pemilik Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, tanpa uji kelayakan, tanpa fit and proper test, tanpa sidang senat, untuk menyetujui Haji Qomar sebagai rektor,” ujar Qomar, Minggu (30/6/2019).

Ia mengatakan berawal saat ia menjadi anggota DPR tahun 2013 ia mendaftar di Pascasarjana Pendidikan Dasar di Universitas Negeri Jakarta. Namun salah seorang pengajar Qomar menawarkan dirinya untuk menjadi guru besar.

Namun, karena gelar S2 yang telah ia miliki berbeda dengan pendidikan S3 yang ditempuh, maka Qomar mendaftarkan diri menjadi mahasiswa S2 Pendidikan Dasar UNJ.

“Jadi dalam satu waktu saya kuliah dua degree, S3 jalan, S2 daftar dan jalan. S3 sudah lulus seminar prpoposal dan penelitian, saya sudah punya disertasi tinggal menunggu uji kelayakan hasil,” katanya.

Di tahun 2017, Qomar menjalani profesi sebagai dosen di Cirebon, Jawa Barat. Saat itu, ia diajak oleh salah seorang rekan sesama pengajar untuk menjadi rektor di Universitas Muhadi Setiabudi, Brebes, Jawa Tengah.

Setelah dilantik menjadi Rektor, Qomar kemudian diajak untuk mencalonkan diri menjadi calon Wakil Bupati Kabupaten Cirebon di tahun 2018. Sehingga, ia memilih untuk mundur dari jabatannya sebagai Rektor.

Akan tetapi, keputusan tersebut berujung kisruh di internal kampus UMUS. Hingga akhirnya Qomar dilaporkan ke polisi oleh pihak yayasan Muhadi Setiabudi. “Pada waktu saya menyerahkan biodata, saya lampirkan sarjana muda FISIP Unis, sarjana S1 S.Sos, MM, transkrip nilai S2, transkip nilai S3. Yang dipersoalkan sekarang, ketika dibuka file saya ada lembaran surat keterangan darri pasca sarjana UNJ yang menerangkan saya sudah lulus. Dua lembar itu yang dipersoalkan, saya tidak merasa melampirkan SKL itu, kok ada di situ?,” ungkap Qomar.

“Itu dikonfirmasi oleh pihak yang berwajib ke UNJ. UNJ memberikan surat tidak pernah mengeluarkan surat seperti itu,” lanjutnya.

“Ya memang palsu mungkin. Nanti kita akan buktikan di sidang,” tutup Qomar. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video