fbpx

Project Mangkrak, Massa HMI Tuntut Bupati Garut Mundur

Project Mangkrak, Massa HMI Tuntut Bupati Garut Mundur

Menyoal banyaknya projek-projek pembangunan yang mangkrak dan bermasalah di Garut, massa HMI serukan Bupati Rudy Gunawan untuk mundur dari jabatannya.

Banyak Proyek Mangkrak, Massa HMI Garut Tuntut Bupati Rudy Mundur

Konten.co.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi massa di depan Kantor Bupati Garut. Aksi ini digelar HMI guna memprotes banyaknya projek yang mangkrak dan bermasalah di Kabupaten Garut. Diantaranya, pembangunan Pasar Leles dan Gedung Art Center.

“Banyak projek-projek mangkrak, diantaranya Pasar Leles dan Gedung Art Center. Kita melihat, Pemerintah Kabupaten Garut tidak optimal di situ. Progress-nya stagnan,” kata Ketua Umum HMI Garut Wildan M. Nugraha, didampingi Koordinator Aksi Ginan Abdul Malik, saat memberikan keterangan disela-sela aksi berlangsung, Kamis (11/7/2019).

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi massa di depan Kantor Bupati Garut

Terkait mangkraknya projek-projek tersebut, HMI Garut mengendus adanya gelagat indikasi korupsi. “Namun dalam hal ini (indikasi korupsi –red), kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Tapi kami melihat, kemungkinan indikasi korupsi itu pasti ada. Sampai hari ini, projeknya masih terbengkalai karena tidak sesuai dengan perencanan awal,” ungkap Wildan.

Sementara itu, Ginan Abdul Malik menambahkan, “soal siapa yang terindikasi terlibat dalam korupsi pembangunan projek mangkrak tersebut, baik itu pihak ketiga maupun oknum pemerintah daerah, ya kita serahkan pada pihak berwenang, lah. Itu ranah mereka. Dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan dan penegak hukum lainnya. Supaya bisa segera diproses secara hukum,” ujar Ginan.

HMI juga menyoroti lemahnya penyerapan anggaran tahun 2019 di Kabupaten Garut. Hingga kuartal 2 ini, penyerapan anggaran masih sangat lemah. “Idealnya, ketika masuk kuartal dua, persentase penyerapan harusnya sudah di atas 50% dari total anggaran. Namun, berdasarkan laporan per tanggal 28 Juni 2019 kemarin, penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baru di kisaran angka 37,40%. Kemudian, khusus Pendapatan Asli Daerah (PAD), hanya di kisaran angka 35,64%,” terang Wildan M. Nugraha.

Wildan menambahkan, untuk belanja daerah, saat ini baru terealisasi di angka 32,27%. “Dengan rincian realisasi belanja tidak langsung 47,39%, dan belanja tidak langsung yang baru terealisasi di kisaran angka 14,84%,” katanya.

Dalam hal ini, menurut Ginan Abdul Malik, kinerja beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) disoroti HMI. “Berdasarkan data yang kita miliki, ada beberapa SKPD yang kinerjanya rendah. Salah satunya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), kemudian Badan Perencanaan Daerah (Bappeda).

Nah adapun anggaran pembelanjaan langsung, seperti pembangunan sarana dan prasarana publik yang merupakan ranah Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, penyerapannya sangat lemah. Hanya sekitar 0,14%,” sebutnya.

Ginan menegaskan, sudah semestinya ada optimalisasi kinerja. “Jangan sampai mereka hanya makan gaji buta. Terhitung sejak Januari hingga hari ini, kita melihat tidak ada progress yang mereka lakukan. Ini ‘kan mengkhawatirkan. Harus ada optimalisasi kinerja, lah. Jangan sampai apa yang terjadi tahun 2016 lalu, terulang lagi. Saat itu, ada dana SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan –red) yang disimpan di Bank,” kata Ginan.

Dalam media rilis yang yang diterima Konten.co.id, pada aksi ini, beberapa tuntutan diajukan HMI. Diantaranya:

  1. Bupati sebagai penanggungjawab keuangan daerah, harus bertanggungjawab terhadap lemahnya penyerapan anggaran tahun 2019 di Kabupaten Garut.
  2. Prioritaskan kebutuhan-kebutuhan pembangunan dasar bagi masyarakat Kabupaten Garut
  3. Berikan tindakan tegas terhadap SKPD-SKPD yang kinerja penyerapan anggarannya jelek
  4. Tingkatkan pengawasan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang suka melakukan jual beli proyek.

“Kalau Bupati sebagai pimpinan tertinggi tidak mampu selesaikan persoalan-persoalan tersebut, mundur saja dari jabatannya,” tegas Ginan. Dalam aksi tersebut, massa HMI meneriakkan yel-yel menuntut Bupati Garut mundur. Hingga berita ini ditulis, aksi masih berlangsung. Belum diketahui respon Bupati terkait aksi ini.

Menurut Ginan, kabarnya Bupati tengah memiliki agenda lain. “Padahal sebelumnya kami sudah melayangkan surat pemberitahuan aksi, dan permohonan melakukan audiensi. Ini salah satu bukti, Bupati tidak memiliki itikad baik, dan mencederai aksi ini,” tutup Ginan. (*)

Penulis : IGR

Gege Sureggae
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video