Polemik Sepakbola Wanita Haram di Aceh

Polemik Sepakbola Wanita Haram di Aceh

Komnas Perempuan menilai, pelarangan justru mengurangi hak konstitusional warga negara.

Pemprov Aceh Haramkan Sepakbola Wanita, Komnas Perempuan: Diskriminatif

Konten.co.id – Ramai pemberitaan terkait diharamkannya sepakbola perempuan di Aceh, direspon Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Pelarangan yang dilakukan pemerintah daerah Aceh, justru mengurangi hak konstitusional warga negara, dalam hal ini perempuan di Aceh.

Sri Nurherwati, Sub Komisi Reformasi dan Kebijakan Komnas Perempuan mengatakan, pihaknya telah melakukan kajian terhadap beberapa peraturan daerah (Perda) yang diskriminatif. Beberapa diskriminasi dalam Perda ini, di antaranya yang dapat mengurangi hak konstitusional warga negara, seperti larangan sepakbola perempuan.

“Kalau Pemda Aceh menginginkan tegaknya syariah, termasuk dalam sepakbola, seharusnya bukan melarang, tapi memberikan infrastruktur. Sehingga hak konstitusional warga negara terutama perempuan untuk bersepakbola, tetap terjamin. Hak-hak pengembangan bakat dan minat. Itu ‘kan kesehatan juga,” ujar Sri di Kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019).

Polemik sepakbola perempuan di Aceh menyeruak setelah seleksi Pemain Sepakbola Putri U-17 tingkat Provinsi Aceh telah berlangsung di Stadion PT PAG Lhokseumawe pada 30 Juni lalu.

Sejumlah organisasi masyarakat Islam di Aceh pun tak terima dengan kegiatan tersebut lantaran sepakbola putri dinilai tidak sesuai dengan kultur masyarakat di Aceh yang memegang teguh pelaksanaan syariat Islam.

Mereka meminta Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Aceh selaku penyelenggara untuk jangan lagi menggelar kegiatan sepakbola perempuan termasuk Piala Menpora Sepakbola U-17 Putri. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *