fbpx

Pertumbuhan Ekonomi Melemah, Menkeu: Karena Gejolak Situasi Global

Pertumbuhan Ekonomi Melemah, Menkeu: Karena Gejolak Situasi Global

Perekonomian negara lesu, Menkeu sebut dampak dari situasi ekonomi global yang tak menentu.

Menyoal Pelemahan Ekonomi, Sri Mulyani Sebut Dampak Situasi Global

Konten.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai pertumbuhan kredit pada enam bulan pertama tahun ini tertahan tak terlepas dari gejolak ekonomi global. Terutama, sejak bank sentral AS, The Fed, mengetatkan kebijakan moneternya dengan mengerek suku bunga acuan. Hal itu kemudian direspons Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan pada semester I meningkat 9,92 persen secara tahunan atau melambat dibanding tahun lalu, yakni 10,75 persen.

Belum lagi, persoalan perang dagang antara AS dan China yang membuat kinerja ekspor Indonesia kian tidak maksimal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa total ekspor pada semester I 2019 di angka US$80,32 miliar atau terjun 8,57 persen dibanding tahun lalu, yakni US$87,86 persen.

Sementara itu, kinerja impor juga melorot 7,63 persen di waktu bersamaan. Itu pun, lanjut dia, karena aktivitas ekspor di negara lain juga lesu. “Ini makanya di dalam enam bulan pertama, kami masih melihat momentum. Tetapi kami juga harus mulai waspada,” ujar Sri, Kamis (25/7/2019).

Pelemahan ekonomi tersebut juga tercermin di dalam komponen penerimaan pajak. Hingga semester I tahun ini, pemerintah mencatat penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) badan sebesar Rp123,97 triliun atau tumbuh 3,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Padahal, pertumbuhan PPh badan di tahun lalu menyentuh 23,8 persen.

Menurut dia, PPh badan dihitung dari basis keuntungan perusahaan. Jika setoran pajaknya menurun, artinya laba dunia usaha juga sedang menurun.

“Company (perusahaan) ini setoran pajaknya berdasarkan proyeksi keuntungan, tapi beberapa orang mengatakan kepada saya, ‘bu, tahun ini lebih berat’. Dan itu terlihat across the board,” imbuh dia.

Namun tingkat kemiskinan sendiri, kata dia, turun dari 9,82 persen pada tahun lalu menjadi 9,41 persen. Namun pemerintah menilai akselerasi pertumbuhan ekonomi tak kalah pentingnya.

Presiden Joko Widodo, seperti disampaikan Sri Mulyani kerap memintanya untuk mendesain postur belanja di dalam APBN yang bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi. Jangan heran jika tahun ini pemerintah fokus mengalokasikan anggaran, seperti bantuan sosial.

Di tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran bansos sebesar Rp97,06 triliun atau tumbuh 25,63 persen dari tahun lalu, yakni Rp77,26 triliun. “Hingga pertengahan tahun, growth (pertumbuhan) masih menunjukkan momentum positif, meski semuanya terlihat melemah, jadi kami harus lakukan reformasi secara internal,” tandasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video