Peningkatan Aktivitas Tangkuban Parahu Sudah Sejak 2 Minggu lalu

Peningkatan Aktivitas Tangkuban Parahu Sudah Sejak 2 Minggu lalu

Perkembangan terkini letusan Tangkuban Perahu.

PVMBG: meningkatnya Aktivitas Vulkanik Tangkuban Parahu sudah Sejak 2 Minggu Lalu

Konten.co.id – Sudah sejak 2 minggu belakangan ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) sebetulnya telah mengeluarkan pernyataan terkait adanya aktivitas vulkanik yang cukup tinggi di Kawah Ratu dan Kawah Upas yang merupakan kawah terbesar di Gunung Tangkuban Parahu belakangan ini.

Pada tanggal 22 Juli 2019, PVMBG mengeluarkan pernyataan jika aktivitas vulkanik gunung Tangkuban Parahu meningkat dari biasanya.  

Berdasarkan rekaman seismograf, pada 21 Juli 2019 dari pukul 00.00-24.00 WIB terjadi 425 gempa hembusan, 2 kali gempa tremor harmonik, 3 kali gempa low frequency, 3 kali gempa vulkanik dalam dan 3 kali gempa tektonik jauh.

Sementara dari pengamatan visual 22 Juli 2019 pukul 06.00 WIB, hasilnya menunjukkan adanya asap dari kawah utama bertekanan lemah-sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal. Angin bertiup lemah-sedang ke arah utara dan selatan.

Saat itu, PVMBG mengimbau kepada wisatawan yang berkunjung ke TWA Tangkuban Parahu untuk tidak mendekati Kawah Ratu dan Kawah Upas.

Wisatawan dan pendaki juga diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca ketika berada di kawasan kawah.

“Ketika cuaca mendung dan hujan diiimbau jangan berada di dekat kawah aktif dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang membahayakan manusia,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi PVMBG Hendra Gunawan.

Hendra juga mengingatkan kepada masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu serta wisatawan, pendaki dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan fratik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Namun, meski diketahui ada gejolak vulkanik, Hendra menjelaskan hal tersebut belum bisa dikatakan ada peningkatan. Sebab, evaluasi dari PVMBG belum selesai mengumpulkan dan mengolah datanya.

“Dua minggu lalu pernah lebih besar lagi. Malah beberapa hari belakangan terus menurun sehingga status Gunung Tangkuban Parahu masih dalam level 1 atau normal,” tuturnya.

Hendra mengungkapkan, aktivitas vulkanik di kawah Gunung Tangkuban Parahu selalu berulang setiap tahun.

“Kami belum tahu apakah besar muka air tanah karena musim kering berpengaruh terhadap kondisi yang terjadi saat ini di Gunung Tangkuban Parahu,” tandasnya.

Saat hal tersebut dikonfirmasikan pada warga dan pengunjung di sekitar lokasi Tangkuban Parahu, banyak pengunjung yang menyatakan kekecewaannya.

“Kalau memang kondisinya sudah segawat itu, pihak pengelola TWA mustinya mengambil langkah-langkah antisipatif dan mitigatif yang diperlukan. Supaya tidak menimbulkan korban. Kami pengunjung ‘kan tidak tahu kondisi sebenarnya. Ketika pengelola bilang aman, ya kami percaya saja,” kata pengunjung yang enggan disebutkan namanya, kepada Konten.co.id, Jumat (26/7/2019).

Ia kemudian melanjutkan, jangan sampai demi kepentingan bisnis, nyawa orang dipertaruhkan.

“Harusnya informasi ini tersampaikan sebelumnya. Kok ini malah ada upaya menutup-nutupi kondisi sebenarnya demi kepentingan bisnis,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan