MPLS, Ada Sanksi Buat Sekolah yang Praktekkan Perploncoan

MPLS, Ada Sanksi Buat Sekolah yang Praktekkan Perploncoan

Sanksi buat sekolah yang terbukti melakukan praktek perploncoan.

Sanksi Berat Menanti Sekolah yang Praktekkan Perploncoan

Konten.co.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) resmi dimulai hari ini, Senin (15/7/2019).

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat Wilayah XI Asep Sudarsono pun mengultimatum SMA dan SMK tidak melakukan perpoloncoan. Bahkan pihaknya tidak segan memberikan sanksi kepada sekolah jika melakukan plonco.

“Kalau ada yang kasih tugas tak realistis beritahu kami. Nanti kami akan beri penindakan,” ujar Kepala KCD Pendidikan Jabar Wilayah XI, Asep Sudarsono saat memantau MPLS di SMKN 1 Garut, Senin (15/7/2019).

Ia mengatakan tugas tak realistis tersebut seperti memberi tugas mengumpulkan beras beberapa butir hingga penggunaan kaos kaki berbeda warna. “Apalagi sampai pakai pita yang banyak atau tali rapia untuk sabuk. Kaos kaki kiri merah, kanan putih. Lapor ke kami kalau masih ada,” ucapnya.

“Kami akan beri teguran ke pimpinan sekolah kalau masih ada perpoloncoan. MPLS itu biar anaknya nyaman saat pertama sekolah,” katanya.

Sementara kepala SMKN 1 Garut Dadang Johan Arifin memastikan tak ada perpoloncoan saat MPLS.

“Sejak lima tahun ke belakang sudah tak ada perpoloncoan. Siswa juga tidak disuruh bawa tugas yang aneh-aneh. Sekarang sifatnya lebih ke yang terkini, milenial, dan mendidik,” ucap Dadang.

Dadang telah mewanti-wanti panitia MPLS agar memberi pengenalan sekolah. MPLS di SMKN 1 Garut diikuti 864 siswa. Pihaknya pun mengarahkan siswa untuk memahami karakter belajar di SMK.

“Waktu di SMP kan lebih umum belajarnya. Sekarang di sini dengan program berbeda mereka harus paham,” katanya. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *