fbpx

Misteri Tuhan dan Alam Semesta

Misteri Tuhan dan Alam Semesta

Tuhan membuat alam semesta.

Sebelum Alam Semesta Tercipta, Apa Yang Tuhan Lakukan?

Konten.co.id – Alam semesta adalah buatan tuhan. Namun banyak pertanyaan apa yang tuhan lakukan sebelum terciptanya dunia. Seperti yang dipikirkan Stephen Hawking.

Jesuit sekaligus astronom di Observatorium Vatikan, Guy Consolmagno, S.J mengatakan Tuhan dan ilmu pengetahuan bukanlah sesuatu yang bertentangan.

Dalam konferensi “Black Hole, Gravitational Waves, dan Space-Time Singularities” yang berlangsung pada 9-12 Mei, Consolmagno mengungkapkan, seorang religius tidak perlu takut akan sains.

Ia mengatakan tuhan, alam semesta, dan tujuan eksistensi manusia bisa ditemukan lewat proses, bukan secara instan.

“Jika kamu tak punya iman dalam keyakinanmu, maka saat itulah kamu takut akan ilmu pengetahuan,” katanya.

“Mereka yang religius akan langsung mengakui keberadaan Tuhan, tapi Anda tak harus membuat lompatan teologi untuk mencari kebenaran,” ungkapnya.

“Ada banyak hal yang kita tahu tetapi belum kita pahami. Kita tidak dapat menjadi seorang religius atau ilmuwan yang baik jika berpikir pekerjaan kita sudah selesai,” imbuhnya.

Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah rohaniwan serta ilmuwan terkemuka, termasuk mereka yang meneliti Big Bang dan bahkan yang tidak memercayai adanya Tuhan.

Penelitian tentang asal-usul semesta selama ini menghasilkan pandangan bahwa alam tercipta tanpa campur tangan siapa pun, termasuk Tuhan.

Alam semesta yang ada dengan sendirinya itu dipercaya oleh banyak ilmuwan, diantaranya Stephen Hawking, kosmolog yang mengusulkan M Theory.

Namun, sebagai seorang religius, Consolmagno punya pandangan berbeda. Tuhan tidak bisa langsung ditempatkan pada saat Big Bang tetapi bukan berarti Tuhan tidak ada.

“Penciptaan bukan sesuatu yang berlangsung 13,8 miliar tahun lalu. Tuhan sudah ada di alam sebelum ruang dan waktu ada. Anda tak bisa mengatakan “sebelum” sebab Tuhan berada di luar ruang dan waktu,” katanya.

Penciptaan berlangsung secara terus menerus. Para religius harus percaya bahwa Tuhan maha kuasa sehingga bisa memahaminya sebagai yang bertanggung jawab pada penciptaan alam semesta.

Gabriele Gionti, S.J. pimpinan penyelenggara konferensi mengungkapkan, awal mula alam semesta adalah pertanyaan ilmiah, bisa diprediksi secara tepat kapan bermula.

“Namun asal usul alam semesta adalah pertanyaan teologis,” jelasnya.

Namun patut anda ketahui, Tuhan tidaklah terikat hukum-hukum alam yang diciptakanNya. Dia adalah kehendak yang tak terbatas.

Sudah sejak berabad silam, filsuf muslim Ibnu Rusyd memaparkan: Makna Qadim adalah bukan terciptakan dan menjadi satu dengan hakikat Allah. Jadi, Tuhan Qadim berarti Tuhan tidak diciptakan, tetapi adalah Pencipta, dan alam Qadim berarti berbagai alam yang tak terbatas diciptakan dalam keadaan terus menerus dari zaman tak bermula hingga zaman tak berakhir.

Dengan demikian sungguhpun alam Qadim, alam bukan Tuhan, tetapi adalah ciptaan Tuhan, Bahwa alam yang terus menerus dalam keadaan diciptakan tetap akan ada. Tidak terbatas, dan hanya sedikit saja yang diketahui manusia. (*)

Penulis : Ade Indra

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *